Nasional

Program MBG Jangkau 62,4 Juta Penerima, Termasuk Anak Sekolah dan Ibu Hamil

Data per 18 Mei 2026/BGN

Desanesia– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memperluas cakupan penerima manfaat di seluruh Indonesia. Hingga kini, jumlah penerima telah mencapai 62,4 juta orang yang meliputi peserta didik, balita, ibu menyusui, hingga ibu hamil, sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat secara berkelanjutan.

“Dari total penerima manfaat tersebut, kelompok peserta didik menjadi penerima terbesar dengan jumlah mencapai 48.350.393 orang. Angka ini setara dengan 76,1 persen dari total data induk peserta didik sebanyak 63.574.421 jiwa,” demikian tertera dalam keterangan Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI di Jakarta, dikutip Minggu (24/5).

Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) per Jumat (22/5), jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada sejumlah kelompok terus menunjukkan capaian signifikan.

Kelompok balita tercatat mencapai 6.303.775 orang atau sekitar 37,7 persen dari total data induk balita nasional. Sementara itu, penerima manfaat ibu menyusui (busui) mencapai 2.066.533 orang atau 75,2 persen dari total sasaran, diikuti ibu hamil (bumil) sebanyak 868.259 orang atau sekitar 35,3 persen. Adapun kategori santri tercatat sebanyak 644.664 orang atau 44,2 persen dari total sasaran nasional.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut melibatkan sekitar 4.220.440 guru dan tenaga pendidik dalam pelaksanaannya, sehingga total penerima manfaat mencapai 62.454.064 orang.

Hingga saat ini, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi telah mencapai 29.225 unit di seluruh Indonesia, dengan total distribusi sejak 6 Januari 2025 mencapai 8,3 miliar porsi makanan. Program ini juga telah menjangkau 374.175 sekolah di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 1.285.250 tenaga kerja turut terlibat, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi makanan. Dari sisi rantai pasok, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat keterlibatan 142.387 penyuplai yang terdiri atas 59.921 UMKM, 13.306 koperasi, 690 KDKMP, 1.410 Bumdes, 157 Bumdesma, serta 66.903 penyuplai lainnya. Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut turut mendorong penguatan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Secara keseluruhan, program ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan ketahanan gizi nasional dan kualitas sumber daya manusia sejak dini. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *