Kolaborasi ITB-Tsinghua University: Fokus Riset Energi, Kedokteran, hingga Kebijakan Publik

Desanesia – Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Tsinghua University resmi menandatangani Research Collaboration Agreement (RCA) pada Rabu, (8/7) di Ruang Rapat Pimpinan A, Gedung Rektorat ITB. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis kedua institusi dalam memperkuat kolaborasi riset bertaraf internasional di berbagai bidang prioritas.
Perjanjian ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D., bersama Wakil Presiden Tsinghua University, Prof. Huaqiang Wu. Penandatanganan tersebut turut disaksikan pimpinan serta delegasi dari kedua perguruan tinggi.
Prof. Lavi Rizki Zuhal menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan antara ITB dan Tsinghua University yang dibangun atas dasar kepercayaan, keunggulan akademik, serta visi bersama untuk menghasilkan dampak nyata melalui riset dan inovasi.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi akan difokuskan pada bidang-bidang strategis, seperti energi, keberlanjutan, kedokteran, perencanaan wilayah dan kota, serta kebijakan publik.
“Kerja sama ini juga membuka peluang yang lebih luas bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa kedua institusi untuk berkolaborasi, bertukar gagasan, serta mengembangkan solusi bagi berbagai tantangan global,” ujar Prof. Lavi.
Sementara itu, Prof. Huaqiang Wu menyampaikan apresiasinya terhadap reputasi ITB sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di bidang teknik dan teknologi. Menurutnya, kolaborasi ini akan semakin memperkuat kerja sama akademik kedua institusi melalui skema seed fund yang telah dijalankan Tsinghua University bersama sejumlah universitas terkemuka dunia.
Ia menambahkan bahwa setelah penandatanganan perjanjian, kedua universitas akan segera membuka call for proposals untuk mendukung berbagai penelitian kolaboratif, diskusi akademik, serta program pertukaran dosen dan mahasiswa.
ITB dan Tsinghua University akan mengembangkan program riset bersama dengan fokus pada energi dan keberlanjutan, kedokteran, perencanaan wilayah dan kota, serta kebijakan publik dan manajemen. Perjanjian ini juga mencakup dukungan pendanaan riset bersama, pembentukan Steering Committee, penguatan publikasi ilmiah internasional, pengelolaan kekayaan intelektual, serta pengembangan kemitraan di bidang hilirisasi teknologi dan kolaborasi dengan industri.








