Nasional

DPR Desak Pemerintah Serius Tangani Karhutla di Tengah Kabut Asap

Ilustrasi/ANTARA

Desanesia– Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan mendesak pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera. Desakan tersebut disampaikan menyusul meninggalnya seorang anak berusia 11 tahun di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, setelah mengalami sesak napas di tengah kondisi kabut asap.

Daniel menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Namun, ia menegaskan penyebab kematian anak tersebut harus ditentukan berdasarkan pemeriksaan medis dan tidak boleh langsung dikaitkan dengan paparan kabut asap karhutla.

“Dukacita mendalam atas meninggalnya ananda di Kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, yang meninggal dunia setelah mengalami sesak napas di tengah kabut asap Karhutla,” ujar Daniel, Jumat (4/9).

Menurut Daniel, masyarakat dengan penyakit bawaan, terutama anak-anak, merupakan kelompok yang lebih rentan ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap. Karena itu, ketidakpastian mengenai penyebab kematian korban tidak boleh membuat risiko kesehatan akibat karhutla diabaikan.

“Pemerintah memang tidak boleh menyimpulkan penyebab kematian tanpa dasar medis. Namun ketidakpastian penyebab tidak boleh berubah menjadi alasan untuk mengecilkan risiko,” katanya.

Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan karhutla yang disebut masih signifikan di sejumlah daerah. Daniel juga menyoroti Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang telah menjadi wilayah dengan banyak titik panas.

“Penanganan Karhutla tidak boleh seadanya karena dampaknya menyangkut kesehatan masyarakat dan habitat lingkungan. Paparan kabut asap sangat mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat dan satwa,” tegas legislator dari Kalimantan Barat tersebut.

Sebelumnya, anak berusia 11 tahun tersebut meninggal dunia pada Senin (31/8) setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan dan sempat mendapat perawatan di RSUD Puruk Cahu. Dinas Kesehatan Murung Raya menyatakan penyebab kematian korban belum dapat dikaitkan secara langsung dengan paparan asap karhutla maupun infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Korban diketahui memiliki riwayat asma dan penyakit ginjal. Meski demikian, keluarga dan warga sekitar menyebut kondisi korban memburuk ketika kabut asap akibat karhutla semakin pekat di wilayah tersebut. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *