Cetak Sejarah Baru, Cadangan Emas Indonesia Senilai 20 Miliar Dolar AS

Desanesia – Sejarah baru bagi Indonesia berhasil mengelola emas sampai 153 ton lewat bank emas milik pemerintah. Nilai emas yang dikelola diperkirakan sekitar 20 miliar dolar AS.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, (20/7). Momen ini juga bertepatan dengan satu tahun beroperasinya bank emas milik pemerintah.
“Untuk pertama kali dalam sejarah, bangsa Indonesia sudah mengelola 153 ton emas. Nilainya sekitar 20 miliar dolar,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, pencapaian ini pantas diapresiasi karena belum banyak bank yang bisa mengelola emas sebanyak itu, apalagi cuma dalam waktu satu tahun sejak berdiri.
“Dalam satu tahun, bank yang kita dirikan sudah mengelola emas senilai 20 miliar dolar. Ini juga kekuatan ekonomi,” ujarnya.
Pencapaian ini juga jadi bukti awal usaha pemerintah membangun ekosistem emas yang lebih mandiri. Lewat bank emas ini, emas produksi dalam negeri diharapkan bukan cuma jadi barang dagangan, tapi juga aset yang memperkuat cadangan dan pembiayaan negara.
Meski begitu, masih ada yang belum dijelaskan Prabowo. Ia tidak merinci dari mana asal dana senilai 20 miliar dolar itu, apakah dari simpanan nasabah, titipan emas, pembiayaan, atau cadangan negara. Perkembangan transaksi bank emas sejak awal berdiri juga belum pernah disampaikan ke publik.
Terlepas dari itu, keberhasilan mengelola 153 ton emas ini membuka peluang baru. Masyarakat dan pelaku usaha kini bisa menyimpan, membiayai, sampai memperdagangkan emas di dalam negeri, tanpa harus bergantung pada pusat perdagangan emas di luar negeri.
“Saya percaya ini juga akan meningkat,” kata Prabowo.








