BGN dan Pertamina Bergerak Cepat Atasi Krisis Gas di SPPG MBG

Desanesia – Kelangkaan gas elpiji 12 kilogram yang sempat mengganggu operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mendapatkan penanganan.
Badan Gizi Nasional (BGN) bersama PT Pertamina (Persero) bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan gas bagi dapur MBG kembali tersedia agar layanan penyediaan makanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Pertamina terkait persoalan tersebut.
“Alhamdulillah, setelah saya lapor ke Grup BOC-BOD Pertamina Holding, Pak Dirut SHD langsung turun tangan. SPPG yang kehabisan gas untuk segera membeli ke pangkalan,” kata Nanik dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (13/5).
Menurut Nanik, respons cepat dari Pertamina sangat membantu dalam menjaga kelancaran operasional dapur MBG di wilayah terdampak. Ia menilai kerja sama antar lembaga menjadi hal penting agar kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami berterima kasih karena responsnya sangat cepat. Yang terpenting sekarang kebutuhan operasional dapur SPPG bisa segera terpenuhi sehingga pelayanan MBG kepada masyarakat tetap berjalan,” ungkapnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Direktur Utama Sub Holding Downstream (SHD) PT Pertamina (Persero), Mars Ega Legowo Putra, memastikan distribusi gas untuk wilayah terdampak langsung diprioritaskan.
“Hari ini kami prioritaskan ke SPPG. Tadi sudah kontak PIC di NTT, 220 tabung hari ini dikirim ke wilayah Kefamenanu dan Belu, serta 200 tabung untuk SPPG di Kota Kupang dan kabupaten,” ujar Ega.
Selain wilayah tersebut, Pertamina juga terus mengupayakan distribusi gas ke daerah lain seperti Sumba dan Manggarai agar seluruh layanan MBG dapat kembali berjalan normal.
“Kami akan terus mengupayakan ketersediaan gas agar MBG tetap berjalan normal,” ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah SPPG di wilayah NTT dan NTB sempat menghentikan operasional sementara akibat sulit mendapatkan elpiji 12 kilogram. Kondisi itu berdampak pada layanan penyediaan makanan dalam Program MBG di beberapa daerah.








