Nasional

Wagub Rano Perkuat Kolaborasi Seni Publik Jakarta-Milan

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno/TEMPO

Desanesia – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperluas kerja sama budaya internasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Leadership Exchange Programme Jakarta–Milan yang difasilitasi oleh World Cities Culture Forum, Rabu, (13/5).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menghadiri langsung kegiatan tersebut di Museo delle Culture (MUDEC), Milan, Italia, yang berlangsung pada 9–16 Mei 2026. Program ini menjadi ajang pertukaran pengalaman antara Jakarta dan Milan dalam pengembangan seni publik, budaya, dan pemanfaatan ruang kota.

Kegiatan itu juga dihadiri Isabella Valentini dari World Cities Culture Forum, Marina Pugliese dari Pemerintah Kota Milan, serta sejumlah delegasi budaya dari Jakarta dan Milan. Delegasi Jakarta turut didampingi Muhammad Aidil Usman dari Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta, Mochammad Shabar Untung selaku Ketua Jakarta Mural Community, dan Lambertus Berto Tukan dari Tim Kurator Jakarta 500 sekaligus Gudskul.

Leadership Exchange Programme merupakan program pertukaran antarkota di dunia yang bertujuan memperkuat kebijakan budaya dan pembelajaran langsung antarwilayah. Tahun ini, Jakarta menjadi salah satu dari 19 kota yang terpilih dengan mengangkat tema “Public Art and Co-Creation”.

Melalui tema tersebut, Jakarta dan Milan mendorong pengembangan seni publik berbasis komunitas dengan melibatkan pemerintah, institusi budaya, komunitas kreatif, seniman, dan masyarakat.

Selain mengikuti diskusi dan pertukaran pengalaman, delegasi Jakarta juga mempelajari cara Kota Milan mengelola museum, seni publik, dan ruang kota agar budaya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Jakarta ingin menghadirkan ruang publik yang hidup melalui seni dan budaya, sekaligus membuka ruang kolaborasi kreatif bagi masyarakat dan seniman Jakarta. Kota global bukan hanya soal gedung tinggi dan infrastruktur modern, tetapi juga tentang bagaimana masyarakatnya memiliki ruang untuk berekspresi, berinteraksi, dan merasa bangga terhadap identitas kotanya,” ujarnya.

Program ini juga membuka peluang pengembangan proyek instalasi seni publik di Jakarta yang nantinya melibatkan seniman lokal bersama praktisi budaya dari Milan. Karya yang dihasilkan diharapkan lahir dari proses kolaborasi dan pertukaran ide antar komunitas.

Ke depan, seniman dan praktisi budaya dari Milan dijadwalkan datang ke Jakarta pada 18–24 Juli 2026 untuk mengikuti rangkaian kegiatan berupa lokakarya, diskusi budaya, dan pengembangan instalasi seni publik bersama seniman Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta menilai seni publik memiliki peran penting dalam membangun ruang interaksi warga, memperkuat identitas budaya kota, hingga mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dalam kesempatan itu, Wagub Rano juga berdiskusi dengan Isabella Valentini terkait penguatan kerja sama budaya antara Jakarta dan jejaring kota dunia agar Jakarta semakin dikenal sebagai kota global yang tetap mempertahankan budaya lokalnya.

 

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *