Daerah

Pemprov Jakarta Ungkap Faktor Pemicu Harga Cabai Tembus Rp80 Ribu

Foto arsip cabai rawit yang dijual pedagang di Pasar Rumput, Jakarta/ANTARA

Desanesia–Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim menyebut kenaikan harga pangan di ibu kota dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Iduladha 1447 Hijriah.

“Menjelang Hari Besar Keagamaan Iduladha, kebutuhan masyarakat meningkat baik untuk konsumsi sehari-hari maupun persiapan hari raya,” ujar Chico di Jakarta, Minggu, (24/5).

Menurut Chico, lonjakan harga dipengaruhi kombinasi faktor cuaca dan tingginya permintaan pasar. Curah hujan yang masih tinggi menyebabkan produksi dan kualitas panen hortikultura menurun, terutama pada komoditas cabai dan bawang.

Selain itu, serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) turut memperburuk kondisi pasokan pangan ke Jakarta.

“Hal ini langsung berdampak pada pasokan ke Jakarta,” katanya dilansir dari voi.id.

Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) melakukan pemantauan rutin harga pangan strategis di pasar tradisional, baik secara langsung maupun melalui aplikasi Informasi Harga Pangan Jakarta (IPJ).

Pemprov DKI juga memperkuat koordinasi dengan produsen, distributor, BUMD pangan seperti Perumda Dharma Jaya, hingga pemerintah pusat guna memastikan distribusi pangan tetap lancar.

Selain itu, intervensi pasar dilakukan melalui program pangan bersubsidi dan pasar murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah apabila diperlukan.

“Khusus untuk hewan kurban, Pemprov menjamin ketersediaan stok melalui persiapan awal oleh Dharma Jaya dengan target ribuan ekor sapi agar harga tetap terkendali dan tidak terjadi lonjakan berlebih,” jelas Chico.

Sebelumnya, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok mengungkapkan sejumlah komoditas hortikultura mengalami kenaikan harga pada pekan kedua Mei 2026.

Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi, yakni naik 12,12 persen atau Rp8.689 per kilogram dari Rp71.664 menjadi Rp80.354 per kilogram.

Sementara itu, cabai merah keriting naik 5,61 persen atau Rp2.926 per kilogram dari Rp52.117 menjadi Rp55.103 per kilogram.

Harga bawang merah juga mengalami kenaikan sebesar 3,96 persen atau Rp2.082 per kilogram dari Rp52.615 menjadi Rp54.697 per kilogram.

Sedangkan cabai merah TW naik 3,84 persen atau Rp2.306 per kilogram dari Rp60.069 menjadi Rp62.375 per kilogram. Adapun cabai rawit hijau meningkat 3,05 persen atau Rp1.773 per kilogram dari Rp58.166 menjadi Rp59.939 per kilogram. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *