BGN Tegaskan Program MBG Menyasar Penerima yang Tepat

Desanesia – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan pelaksanaan Program MBG dilakukan secara terarah dengan mengacu pada data wilayah prioritas yang telah divalidasi bersama kementrian dan lembaga terkait, Jumat, (24/4).
Menurut Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, penentuan lokasi pelaksanaan program didasarkan pada sejumlah indikator penting, seperti daerah rawan pangan, tingkat kemiskinan, serta prevalensi masalah gizi di berbagai wilayah.
“Dari data yang kami terima, terdapat wilayah rawan pangan, wilayah dengan penduduk miskin, serta daerah dengan prevalensi masalah gizi yang menjadi dasar penentuan prioritas pelaksanaan program,” ujar Sony dalam ketetangan tertulis.
Ia menambahkan bahwa data tersebut mencakup ratusan kabupaten dan kota yang menjadi fokus intervensi pemerintah. Informasi ini kemudian digunakan sebagai dasar dalam mendistribusikan program MBG agar lebih tepat sasaran di lapangan.
“Data-data ini kami gunakan agar pelaksanaan program MBG benar-benar terarah kepada wilayah yang membutuhkan, khususnya daerah rawan pangan, penduduk miskin, dan wilayah dengan masalah gizi,” jelasnya.
Pendekatan berbasis data dinilai penting untuk memastikan penerima manfaat dapat menjangkau kelompok yang paling membutuhkan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan santri.
“Dengan data yang terarah, intervensi program dapat difokuskan kepada kelompok yang paling membutuhkan,” tambahnya. [fai]








