Tradisi Bersih Desa Jadi Benteng Persatuan Warga Kota Praja

Desanesia– Pemerintah Desa Kota Praja, Kecamatan Air Manjuto, Provinsi Bengkulu kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga warisan budaya melalui pelaksanaan kegiatan bersih desa yang digelar pada Sabtu, (2/5).
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi diposisikan sebagai upaya konkret merawat nilai-nilai tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Kegiatan yang dipusatkan di Desa Kota Praja tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Kota Praja, Parji. Turut hadir Sekretaris Camat Air Manjuto Pujianto, SAP, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Mukomuko H. Widodo, SHI, MAP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), seluruh perangkat desa, serta para kepala desa se-Kecamatan Air Manjuto.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kota Praja, Parji, menegaskan bahwa tradisi bersih desa bukan sekadar kegiatan rutinitas, melainkan bagian dari identitas sosial masyarakat yang harus dijaga keberlangsungannya.
Ia mengingatkan bahwa budaya lokal memiliki nilai luhur yang tidak boleh tergerus oleh perkembangan zaman.
“Bersih desa ini sudah menjadi tradisi turun-temurun. Ini bukan hanya soal kegiatan, tapi tentang menjaga jati diri dan kebersamaan masyarakat. Kami berharap seluruh warga tetap melestarikan budaya ini dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” tegas Parji.
Menurutnya, keberlangsungan tradisi seperti bersih desa sangat bergantung pada kesadaran kolektif masyarakat. Jika tidak dijaga secara bersama, tradisi tersebut berpotensi hilang dan hanya menjadi cerita di masa depan.
Senada dengan itu, kehadiran unsur pemerintah kecamatan hingga instansi vertikal menjadi sinyal kuat bahwa pelestarian budaya lokal mendapat perhatian serius lintas sektor.
Bersih desa dinilai bukan hanya kegiatan budaya, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan sosial, meningkatkan solidaritas, serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini sebagai momentum memperkuat nilai gotong royong. Sebab warga sangat aktif terlibat dalam setiap rangkaian kegiatan. Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama di tengah kehidupan masyarakat desa,” katanya.
Pemerintah Desa Kota Praja, sambung Parkir, akan terus mempertahankan tradisi bersih desa sebagai agenda tetap setiap tahun.
Upaya ini dilakukan sebagai langkah konkret agar nilai-nilai budaya lokal tidak tergerus modernisasi, sekaligus memastikan generasi muda tetap mengenal dan menghargai warisan leluhur.
“Dengan pelaksanaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan, bersih desa di Kota Praja diharapkan tidak hanya menjadi tradisi yang bertahan, tetapi juga berkembang sebagai simbol kekuatan budaya dan persatuan warga,” pungkasnya. [nfa]








