Program MGB Jaga Stabilitas Harga Pangan, BGN Terapkan Menu Yang Fleksibel

Desanesia – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, tidak menerapkan kebijakan menu MBG seragam, guna menjaga harga pangan stabil, Kamis, (23/4).
Menurutnya, penerapan menu yang sama secara nasional dapat menimbulkan tekanan tinggi terhadap ketersediaan bahan pangan tertentu, sehingga berdampak pada kenaikan harga.
Dadan mencontohkan pengalaman saat peringatan ulang tahun Presiden Prabowo Subianto pada 17 Oktober lalu.
Saat itu, menu yang disajikan berupa nasi goreng dan telur untuk sekitar 36 juta penerima manfaat.
“Hari itu dibutuhkan 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik sekitar Rp3.000,” ungkap Dadan dalam keterangan resminya.
Berkaca dari pengalaman tersebut, BGN memilih pendekatan fleksibel dalam penyusunan menu MBG dengan menyesuaikan potensi sumber daya lokal serta preferensi masyarakat di masing-masing daerah.
“Karena kita ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan juga kesukaan masyarakat lokal. Supaya tekanan terhadap konsumsi tidak terlalu tinggi. Kalau menu diseragamkan secara nasional, pasti tekanannya tinggi dan harga bisa naik,” jelasnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pemenuhan gizi masyarakat dan stabilitas pasokan serta harga bahan pangan di berbagai daerah. [fai]








