Mantan Jubir Gus Dur: Algoritma Seperti Keris, Netral tapi Bisa Disalahgunakan

Desanesia – Mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid, Adhie M. Massardi, menilai algoritma pada dasarnya dirancang untuk memudahkan manusia menemukan kebenaran. Namun, seperti halnya keris dalam budaya Nusantara, algoritma bisa kehilangan nilai jika disalahgunakan.
Hal tersebut disampaikan dalam acara peluncuran bukunya “Peradaban Not Just Civilization” di Hall Dewan Pers hari Senin, (22/6).
“Algoritma itu dulu dirancang oleh ustadz orang soleh namanya Al-Khawarizmi, abad sembilan untuk memudahkan manusia menemukan kebenaran,” ujar Adhie.
Ia kemudian membandingkan algoritma dengan keris, yang bukan sekadar senjata, melainkan produk yang mengandung budaya, seni, dan pengetahuan metalurgi.
Menurutnya, persoalan muncul ketika ada “keris bohongan” atau keris yang dikutuk, sehingga nilai budaya yang terkandung menjadi rusak.
“Nah saya bilang algoritma itu kurang lebih hasilnya seperti itu. Jadi ketika disalahgunakan, perangkat yang disalahkan,” tegasnya.
Adhie menekankan bahwa baik keris maupun algoritma pada dasarnya netral. Nilai positif atau negatifnya bergantung pada bagaimana manusia memanfaatkannya.








