Daerah

Karhutla Way Kambas Padam, Kemenhut Pastikan Gajah Sumatra Aman

Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di TN Way Kambas, Lampung/ANTARA

Desanesia– Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8). Kebakaran yang melanda wilayah Resor Kuala Penet tersebut tidak berdampak langsung terhadap gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) di habitat alami maupun yang berada di Pusat Konservasi Gajah.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi mengatakan, kebakaran berhasil dikendalikan sekitar pukul 19.00 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

“Berdasarkan pemantauan Balai Taman Nasional Way Kambas, kelompok gajah liar berada di wilayah utara taman nasional, jauh dari lokasi kebakaran. Sementara itu, gajah yang berada di Pusat Konservasi Gajah juga berada di area yang tidak terdampak,” kata Ristianto, dilansir dari ANTARA, Minggu (23/8).

Dengan kondisi tersebut, gajah liar maupun gajah yang berada di Pusat Konservasi Gajah terpantau aman. Meski api telah dipadamkan, petugas tetap memantau pergerakan satwa dan kondisi kawasan guna memastikan perlindungan terhadap satwa liar berjalan optimal.

Kebakaran diketahui terjadi sejak Jumat (21/8) dengan area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 673 hektare. Luasan tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui setelah dilakukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.

Penanganan karhutla melibatkan sekitar 250 personel gabungan. Mereka berasal dari Balai Taman Nasional Way Kambas, Polda Lampung, Polres Lampung Timur, unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, mitra kerja taman nasional, Masyarakat Mitra Polhut, kelompok tani hutan, koperasi, serta Masyarakat Peduli Api.

Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama karakteristik lahan gambut, akses menuju lokasi yang sulit, serta sumber air yang berada cukup jauh dari titik kebakaran. Bahkan, sebagian kawasan harus dijangkau petugas dengan berjalan kaki.

“Karakteristik lahan gambut membuat proses penanganan membutuhkan kewaspadaan dan pemantauan berkelanjutan untuk memastikan tidak terjadi kebakaran susulan,” ujar Ristianto.

Setelah api berhasil dipadamkan, personel gabungan melakukan pendinginan dan pemantauan lanjutan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bara api yang masih tersisa tidak kembali memicu kebakaran.

Sebagai langkah lanjutan, Balai Taman Nasional Way Kambas akan meningkatkan intensitas patroli dan pengamanan kawasan. Koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat juga akan diperkuat guna mengantisipasi potensi kebakaran kembali terjadi.

Kemenhut turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan, mitra konservasi, dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan kebakaran serta menjaga keselamatan gajah sumatra dan satwa liar lainnya. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *