Gubernur NTT Apresiasi Bantuan Presiden Prabowo untuk Mempercepat Penanganan Gempa

Desanesia – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan senilai Rp200 miliar yang disalurkan Presiden Prabowo Subianto untuk penanganan bencana gempa di NTT. Dukungan pemerintah pusat ini, sangat membantu mempercepat upaya penanganan bencana dan memberikan bantuan lebih maksimal kepada ribuan pengungsi yang tersebar di Pulau Flores.
Gempa bumi yang mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan dan mengakibatkan ribuan masyarakat harus mengungsi.
Dalam situasi mendesak tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengambil keputusan strategis dengan menyalurkan bantuan sebesar Rp200 miliar untuk mendukung penanganan bencana di NTT.
Bantuan ini dialokasikan secara terstruktur: Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT dan masing-masing Rp20 miliar untuk delapan kabupaten terdampak di Pulau Flores, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur. Alokasi yang terukur dan transparan ini menunjukkan pertimbangan matang pemerintah pusat dalam mendukung respons bencana.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara terbuka mengapresiasi bantuan Presiden Prabowo dalam membantu daerah yang terkena musibah.
“Terima kasih Bapak Presiden sudah mendapatkan bantuan. Semua kabupaten di Pulau Flores ini mendapatkan Rp20 miliar dan provinsi Rp40 miliar, itu sangat membantu kami untuk menggerakkan lebih maksimal lagi biar bisa bantu pengungsi,” ujar Gubernur Melkiades di Posko Penanganan Gempa Bumi di Batalyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, pada Rabu, (26/8).
Bantuan Rp200 miliar yang diberikan Presiden Prabowo memiliki dampak nyata dalam mempercepat penanganan bencana gempa di NTT. Dengan aliran dana yang cukup, pemerintah daerah dapat segera mengalokasikan resources untuk berbagai kebutuhan mendesak seperti penyediaan tempat pengungsian, distribusi bantuan logistik, restorasi infrastruktur vital, dan pendampingan kepada masyarakat terdampak.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal Suharyanto, juga memastikan bahwa bantuan sebesar Rp20 miliar untuk setiap kabupaten telah diterima dan akan digunakan secara tepat.
“Sudah sampai, kami juga sudah sampaikan ke Bupati, bantuan itu tidak boleh digunakan hal yang lain kecuali untuk menangani bencana,” jelas Suharyanto.
Dengan gerak cepat pemerintah pusat melalui alokasi dana darurat, percepatan pemulihan di delapan kabupaten terdampak kini berada di jalur yang tepat.









