Nasional

Ekonom Nilai Mundurnya Perry Warjiyo Berpotensi Tekan Rupiah dan IHSG

Perry Warjiyo/Antara

Desanesia–Ekonom Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita, menilai pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) bukan sekadar pergantian pejabat, tetapi dapat menjadi guncangan kelembagaan (institutional shock) yang memengaruhi kepercayaan pelaku pasar. Menurutnya, posisi gubernur bank sentral memiliki peran strategis dalam menjaga kredibilitas kebijakan moneter serta memberikan kepastian arah kebijakan ekonomi.

Ronny menjelaskan, reaksi pasar akan sangat bergantung pada alasan pengunduran diri, waktu pelaksanaannya, hingga sosok yang ditunjuk sebagai pengganti. Ia menilai komunikasi yang jelas dari pemerintah dan otoritas menjadi faktor penting untuk meredam gejolak yang mungkin muncul di pasar keuangan.

“Dampaknya akan sangat ditentukan oleh timing, alasan mundur, dan siapa penggantinya,” ujar Ronny kepada VOI, Senin (27/7).

Ia memperkirakan nilai tukar rupiah berpotensi mengalami tekanan dalam jangka pendek apabila proses transisi kepemimpinan BI tidak diiringi penjelasan yang meyakinkan. Menurutnya, kondisi tersebut bukan semata dipicu perubahan fundamental ekonomi, melainkan meningkatnya persepsi risiko yang mendorong investor meminta premi risiko lebih tinggi.

Ronny menambahkan, pasar saham dan obligasi juga berpotensi merespons perkembangan tersebut. Meski IHSG masih dipengaruhi berbagai faktor, pasar akan mencermati apakah kepemimpinan baru tetap menjaga independensi Bank Indonesia dan kesinambungan kebijakan moneter.

“Jika justru memunculkan persepsi politisasi atau ketidakjelasan arah kebijakan, maka efeknya bisa berlanjut, di mana rupiah akan tertekan, yield naik, dan volatilitas pasar meningkat,” katanya. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *