Daerah

BMKG Pantau 1.516 Titik Panas di Papua Selatan, Kewaspadaan Karhutla Ditingkatkan

Ilustrasi peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Papua/Net

Desanesia–Sebanyak 1.516 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terpantau di wilayah Papua Selatan selama 10 hari terakhir berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu (24/10). Temuan tersebut menjadi perhatian di tengah masih terdeteksinya sebaran asap di sejumlah wilayah Indonesia.

BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca panas dan relatif kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Minimnya tutupan awan serta terbatasnya curah hujan berpotensi menurunkan kadar air vegetasi sehingga membuat hutan, semak belukar, dan lahan gambut lebih mudah terbakar.

Dalam laporan prakiraan cuaca periode 23–29 Oktober 2026 yang diterbitkan pada Kamis (22/10), BMKG juga mencatat sebaran asap masih terdeteksi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

“Kondisi ini memperkuat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi karhutla di wilayah terdampak,” tulis BMKG dalam laporannya.

BMKG turut mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan yang rentan mengalami kebakaran.

Meski demikian, jumlah titik panas yang terpantau tidak serta-merta menunjukkan jumlah kejadian kebakaran yang telah terkonfirmasi. Setiap indikasi perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lapangan untuk memastikan apakah benar terjadi kebakaran, sekaligus mengetahui luas wilayah yang terdampak.

Data 1.516 titik panas tersebut tercantum dalam laporan pemantauan 22 Oktober 2026 sehingga diperlukan pembaruan untuk menggambarkan kondisi terkini. Konfirmasi dari BPBD Papua Selatan dan instansi terkait juga dibutuhkan untuk memastikan lokasi yang telah diperiksa serta langkah penanganan yang dilakukan.

Sebelumnya, pada Kamis (22/10), Lanud J.A. Dimara bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG dilaporkan menggelar posko Operasi Modifikasi Cuaca di Merauke untuk mendukung penanggulangan karhutla di Papua Selatan.

Dalam laporan tersebut, pemantauan saat itu mendeteksi 839 titik panas, termasuk 149 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, serta tidak adanya curah hujan dalam 24 jam sebelumnya. Angka tersebut berasal dari periode pemantauan berbeda sehingga tidak dapat langsung dibandingkan dengan akumulasi 1.516 titik panas tanpa memperhatikan waktu, cakupan wilayah, dan metode penghitungan.

Pembaruan data serta verifikasi lapangan diperlukan agar upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Papua Selatan dapat dilakukan secara tepat, sekaligus memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *