Bentengi Anak Muda dari Cyberbullying, Banyu Biru Jarot Ajak Generasi Muda Jiwai Pancasila di Ruang Digital

Desanesia – Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot , mengajak generasi muda untuk aktif menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam berinteraksi di ruang digital. Langkah ini dinilai krusial guna membentengi masyarakat, khususnya anak muda, dari berbagai dampak negatif internet seperti persekusi digital, cyberbullying, dan penyebaran ujaran kebencian.
Hal tersebut disampaikan dalam Forum Diskusi Publik bertajuk “Penguatan Ideologi Pancasila” pada tayangan youtube Ditjen Komunikasi Publik dan Media.
Banyu Biru mengingatkan kembali sejarah perumusan Pancasila yang pertama kali digali dan dipidatokan oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945 sebagai philosophische grondslag (filosofi dasar) dan weltanschauung (pandangan hidup bangsa). Fondasi historis tersebut harus terus dirawat agar tetap relevan menghadapi tantangan zaman, termasuk dinamika di dunia maya.
Ia menekankan bahwa pesatnya perkembangan teknologi dan ruang digital menghadirkan tantangan baru bagi kebebasan berpendapat. Tanpa benteng etika yang kuat, dinamika di dunia maya rentan memicu perpecahan dan tindakan perundungan digital.
“Pancasila harus menjadi living ideology yang selalu relevan. Di era algoritma ini, kita harus bijak menggunakan jempol. Hindari persekusi digital dan cyberbullying. Nilai-nilai ke-Pancasila-an adalah benteng utama kita,” ujar Banyu Biru.
Menurutnya, esensi Pancasila yang bermuara pada nilai gotong royong harus dihidupkan kembali dalam perilaku bermedia sosial. Etika berdemokrasi, musyawarah yang santun, serta saling menghargai pendapat perlu menjadi tolok ukur utama pengguna internet di Indonesia.
Melalui kegiatan edukatif ini, diharapkan generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi yang kritis, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem ruang digital yang aman, inklusif, dan beradab.









