Uncategorized

Mahasiswa UGM Ajak Warga Batukaras Ubah Sampah Jadi Aset Ekonomi

Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit Mapai Pangandaran saat Edukasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan melalui Komposter dan Ecobrick di Dusun Sanghiangkalang/UGM

Desanesia – Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Mapai Pangandaran melaksanakan program Edukasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan melalui Komposter dan Ecobrick di Dusun Sanghiangkalang, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Minggu, (9/8). 

Program ini mengedukasi warga tentang cara mengubah sampah baik organik maupun anorganik menjadi sumber daya yang bernilai melalui komposter dan ecobrick.

Dalam pelaksanaannya, warga Batukaras diberikan edukasi komprehensif mengenai klasifikasi sampah, manfaat masing-masing metode pengolahan, serta demonstrasi langsung cara mengolah sampah organik dan anorganik. Pendekatan praktis ini dimaksudkan untuk membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah yang efektif dimulai dari pemilahan di rumah.

“Dari kegiatan ini, kami ingin memperkuat budaya pemilahan sampah sebagai langkah awal pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujar Mahasiswa Program Studi Matematika, Renata Satriatama Ranukumbolo.

Mahasiswa Program Studi Teknik Infrastruktur Lingkungan, Risqi Nur, menjelaskan bahwa pendekatan yang diusung mencakup tiga skema penanganan.

“Melalui pendekatan ini, sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan ke Bank Sampah, sampah organik diolah menjadi kompos menggunakan komposter, sedangkan sampah plastik yang sulit didaur ulang dimanfaatkan menjadi ecobrick,” ujarnya.

Narasumber Kegiatan, Amir Hamjah, mengakui awalnya menganggap mengolah sampah sebagai pekerjaan yang rumit. Namun pengalaman praktis mengubah pandangannya.

“Awalnya saya juga menganggap mengolah sampah itu sulit. Namun setelah mencoba menggunakan komposter di rumah, ternyata sampah organik dapat berkurang cukup banyak dan hasil komposnya bisa dimanfaatkan untuk tanaman,” ujarnya.

Supriadi, Sekretaris Desa Batukaras, kegiatan ini bertujuan untuk merubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi memandang sampah sebagai limbah semata, melainkan sesuatu yang masih memiliki nilai guna jika dikelola dengan benar.

“Adanya edukasi mengenai pemilahan sampah, komposter, dan ecobrick, kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa setiap jenis sampah memiliki penanganan yang berbeda sehingga pengelolaan sampah di Desa Batukaras dapat berjalan lebih optimal,” tuturnya.

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *