Bumdes

Dorong UMKM, Mahasiswa UM BBM Dampingi Pengelolaan Digital Marketing Mukena Syakira

Ilustrasi gambar/Smexpo pertamina

Desanesia – Bukan sekadar menyerahkan produk digital jadi, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam Program UM BBM (UM Belajar Bersama Masyarakat) turut mendampingi langsung ibu pemilik usaha Mukena Syakira agar bisa memahami dan mengelola sendiri strategi pemasaran digitalnya di kemudian hari.

Dilansir dari kliping.um.ac.id, pendampingan ini mencakup pengenalan dasar pemasaran digital, cara memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, hingga pentingnya menjaga konsistensi tampilan dan informasi produk di berbagai platform daring.

Pendampingan tersebut merupakan salah satu program unggulan dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan mahasiswa UM BBM di Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan. Sasarannya adalah pelaku usaha mukena lokal, Mukena Syakira, yang selama ini menghadapi tantangan dalam memasarkan produknya di era digital.

Program ini digagas sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah desa. Lewat pendekatan langsung dan kolaboratif, mahasiswa bekerja sama dengan pemilik usaha untuk merancang strategi promosi yang lebih modern dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Untuk mewujudkan hal itu, mahasiswa UM BBM merancang sejumlah langkah strategis.

  1. Memproduksi video promosi.
  2. Menyusun katalog digital berisi foto produk, deskripsi, serta informasi harga secara lengkap dan terstruktur.
  3. Mendaftarkan serta optimal titik lokasi produksi Mukena Syakira di Google Maps.
  4. Merancang banner promosi.

Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa UM BBM berharap Mukena Syakira dapat semakin dikenal luas, tidak hanya di wilayah Kecamatan Gedangan, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas lewat platform digital. Program ini pun diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis digitalisasi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat.

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *