Perkuat Digital Public Relations, FISIP UB Gelar Workshop Social Media Listening

Desanesia – FISIP Universitas Brawijaya (UB) menggelar workshop bertajuk “AI-Powered Public Relations: A Workshop on Social Media Listening with Big Data Analytics” selama dua hari di Gedung C FISIP UB, Malang. Pelatihan ini digagas untuk membantu praktisi humas memanfaatkan AI dan analitik Big Data dalam memantau percakapan publik, membaca sentimen, sekaligus merumuskan rekomendasi strategi komunikasi berbasis data, Selasa, (21/7).
Menurut Ketua Tim Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat FISIP UB 2026, Maulina Pia Wulandari, AI sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu untuk mempercepat kerja dan menangkap gambaran awal dinamika opini publik.
Namun, verifikasi oleh manusia tetap mutlak diperlukan untuk memahami sarkasme, bahasa lokal, konteks sosial, dan berbagai nuansa komunikasi yang belum tentu bisa ditangkap algoritma.
Kehadiran AI tidak boleh dimaknai sebagai pengganti peran manusia dalam proses komunikasi.
“Teknologi dapat membantu kita membaca jutaan data dalam waktu singkat, tetapi angka tidak selalu mampu menjelaskan keseluruhan pengalaman manusia. Praktisi humas tetap dibutuhkan untuk memahami konteks, mengenali emosi publik, dan memastikan keputusan komunikasi dilakukan secara akurat, etis, serta penuh empati,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) Pengabdian kepada Masyarakat FISIP UB di bidang Digital Public Relations yang sudah berjalan sejak 2024. Dalam pelaksanaannya, FISIP UB menggandeng Perhumas BPC Malang Raya, Parimaya, Kazee Digital, dan RVARE, memadukan perspektif akademis dengan pengalaman praktis industri.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan industri menjadi langkah penting agar pengembangan kompetensi humas dapat mengikuti perubahan lanskap komunikasi yang berlangsung sangat cepat,” katanya.








