Ketua BEM UI Klaim Surat Pemberitahuan Demo di Bundaran HI Sudah Dikirim, Polisi Sebut Belum Menerima

Desanesia– Polda Metro Jaya menyatakan belum menerima surat pemberitahuan mengenai rencana aksi mahasiswa yang disebut akan digelar dan telah ramai diperbincangkan di media sosial hingga Jumat sore, 12 Juni 2026.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, pengecekan telah dilakukan ke sejumlah jajaran terkait, mulai dari Polres Metro Depok, Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya, hingga Polres Metro Jakarta Pusat. Dari hasil verifikasi tersebut, polisi mengaku belum menemukan dokumen pemberitahuan aksi sebagaimana yang disebutkan dalam informasi yang beredar.
“Sampai dengan pukul 17.34 WIB, kami sudah melakukan pengecekan di Polres Metro Depok, jajaran Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Pusat. Belum ada surat pemberitahuan yang kami terima terkait kegiatan penyampaian aspirasi hari ini,” ujar Budi kepada media, Jakarta Pusat, Jumat, (12/6).
Budi menjelaskan, informasi mengenai surat pemberitahuan aksi mahasiswa pertama kali diketahui melalui patroli media sosial yang dilakukan kepolisian. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa surat pemberitahuan telah dilayangkan kepada Polda Metro Jaya.
“Kami menerima informasi dari patroli media sosial bahwa ada yang menyampaikan sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada Polda Metro Jaya. Perlu kami sampaikan, sejauh ini kami belum menerima surat pemberitahuan tersebut,” katanya.
Sebelumnya, Ketua BEM UI Yatalathof Ma’sgum Imawan atau Athof menyampaikan keberatannya terhadap langkah aparat yang melakukan penyekatan di lokasi aksi.
Menurutnya, pihak mahasiswa telah mengirimkan surat pemberitahuan resmi terkait rencana unjuk rasa di Bundaran HI. Namun, ia menilai aparat tidak mengakomodasi rencana tersebut dan justru mengarahkan massa untuk menggelar aksi di titik lain.
“Semua dicegat. Kami juga dipaksa melakukan demonstrasi di DPR. Padahal kami merencanakan dan mengirim surat kepada Kepolisian akan mengadakan aksi di bundaran HI,” katanya.
Hingga malam hari, ribuan massa masih bertahan di lokasi aksi untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah. Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung belum memberikan keterangan terkait perkembangan situasi di kawasan tersebut. [nfa]








