Bumdes

Mendes PDT Dorong Sinergi Lintas Sektor Bangun Desa

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto/KABARINDONESIA

Desanesia – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memaksimalkan potensi desa sekaligus menyelesaikan masalah mendasar di wilayah perdesaan.

Upaya ini diwujudkan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama dengan berbagai pihak yakni,Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Kementerian Transmigrasi, BRIN, PT PLN (Persero), PT PLN EPI (Persero), serta universitas seperti ITB dan UGM.

Menurut Yandri, desa kini menjadi pusat peluang sekaligus tantangan yang perlu ditangani secara terpadu untuk mendukung agenda nasional. Salah satu fokusnya adalah peran desa dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk itu, ia mendorong pengembangan desa tematik yang memiliki spesialisasi produksi pangan agar pasokan nasional tetap terjaga.

“Iya, tadi saya sampaikan semua peluang itu sekarang ada di desa. Sekaligus banyak persoalan yang belum terpecahkan juga banyak di desa. Jadi peluang itu maksud saya misalkan hari ini ada MBG (Makan Bergizi Gratis), kita perlu ada desa-desa tematik, desa yang bertelur, desa yang berdaging, desa buah, dan lain sebagainya. Itu kan perlu kolaborasi dengan banyak pihak,” ujar Yandri dikutip dari investortrust.id.

Selain ekonomi tematik, Yandri juga menyoroti masih banyak desa yang membutuhkan perhatian serius di bidang infrastruktur dan pendidikan. Data kementerian menunjukkan ada hampir 10.000 desa yang masih tertinggal, terutama karena minimnya akses listrik dan fasilitas pendidikan. Karena itu, Kemendes bekerja sama dengan PLN dan kampus untuk mempercepat pemerataan fasilitas dasar.

“Kemudian kita juga misalkan melihat di desa itu masih ada hampir 10.000 desa masih tertinggal dan tertinggal sekali. Belum ada listriknya, belum ada pendidikan yang memadai, maka kita gandeng kampus, gandeng PLN,” jelasnya.

Peningkatan kualitas SDM juga menjadi prioritas. Yandri melibatkan figur publik dan utusan presiden untuk memotivasi generasi muda desa agar lebih kompetitif. Kehadiran tokoh populer diharapkan bisa menarik minat Gen Z untuk ikut membangun daerahnya melalui kegiatan kreatif.

“Ya, bagaimana generasi mudanya? Ya tentu kita butuh generasi muda di desa itu juga punya daya saing yang kuat. Maka kita gandeng Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Nah kita gandeng juga Mandala tadi dari aktris supaya nanti ada kegiatan positif yang bisa menggandeng Gen Z untuk terlibat dalam membangun desa,” ungkapnya.

Seluruh langkah ini diarahkan untuk mendukung visi Presiden dalam memperkuat fondasi bangsa lewat pembangunan dari pinggiran. Pemerintah yakin dengan kolaborasi lintas sektor, amanat Asta Cita keenam dapat diwujudkan melalui penguatan basis perdesaan.

“Jadi semuanya kita padu padankan ini sehingga nanti akan ujungnya itu bangun desa, bangun bangsa itu benar-benar menjadi kenyataan. Sesuai dengan Asta Cita keenam bapak presiden. Kira-kira gitu,” pungkas Yandri. [fai]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *