Regulasi

Program Revitalisasi Prioritaskan Sekolah Rusak Berat dan Terdampak Bencana

SMA Swasta Afore Susua, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara/Kemendikdasmen

Desanesia – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berkomitmen memastikan satuan pendidikan di berbagai penjuru tanah air, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Selasa, (15/9).

Komitmen nyata ini diwujudkan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang menyasar sekolah-sekolah dengan kondisi fisik paling mendesak.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur pada tahun anggaran ini difokuskan secara khusus untuk merespons kondisi darurat di lapangan, mulai dari wilayah 3T, sekolah dengan kerusakan fisik parah, hingga fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan akibat bencana alam.

“Revitalisasi tahun ini diarahkan kepada sekolah-sekolah yang berada di wilayah 3T, sekolah dengan kondisi fisik rusak berat, dan sekolah yang terdampak bencana,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Sebagai salah satu wujud nyata intervensi tersebut, Program Revitalisasi 2026 di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, menggelontorkan total bantuan sekitar Rp118,7 miliar yang mencakup 106 satuan pendidikan dari berbagai jenjang.

Bantuan ini terdistribusi mulai dari 30 PAUD senilai Rp16,3 miliar, 46 SD senilai Rp54,6 miliar, 18 SMP senilai Rp34,7 miliar, hingga 6 SMA senilai Rp7,8 miliar dan 6 SMK senilai Rp5,3 miliar.

Salah satu titik prioritas penerima manfaat adalah SMA Swasta Afore Susua yang terletak di Kecamatan Susua. Sekolah swasta ini mendapatkan alokasi dana revitalisasi sebesar Rp1.103.448.000 yang dialokasikan khusus untuk rehabilitasi total tujuh ruang kelas atau ruang serbaguna berikut pengadaan perabot penunjangnya.

Di tengah tantangan geografis wilayah 3T, progres pengerjaan fisik di SMA Swasta Afore Susua saat ini terpantau menunjukkan perkembangan positif dengan tingkat penyelesaian yang telah mencapai 72 persen.

Melalui percepatan perbaikan ini, Kemendikdasmen optimistis ruang-ruang kelas yang sebelumnya mengalami kerusakan berat dapat segera kembali digunakan secara aman dan nyaman untuk mendukung kegiatan belajar mengajar para siswa di Nias Selatan.

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *