Penjelasan Kadiv Humas Isir Terkait Kabar Penangkapan Petinggi Polri Terkait Kasus Penyadapan

Desanesia — Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diguncang isu besar terkait dugaan operasi senyap yang menyeret sejumlah perwira tinggi. Seorang jenderal bintang empat berinisial LSP yang saat ini menjabat di lingkungan Istana, dikabarkan turut ditangkap dan ditahan di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa penangkapan ini berkaitan dengan dugaan penyadapan terkoordinasi terhadap petinggi negara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi senyap tersebut dilancarkan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri pada Selasa (3/11) dini hari, sekitar pukul 01.00 hingga 03.00 WIB. Operasi ini disebut-sebut bermula dari hasil penyelidikan internal Mabes Polri yang mengendus adanya aktivitas penyadapan ilegal.
“Yang disadap salah satunya adalah Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy,” ungkap seorang sumber internal.
Menurut sumber tersebut, aktivitas akses ilegal itu dikomandani oleh seorang polisi aktif berpangkat Irjen dengan inisial AS, dan dioperasikan dari sebuah rumah di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan. Dalam menjalankan aksinya, AS diduga mengoordinasikan beberapa polisi aktif, termasuk seorang perwira menengah berpangkat Kombes serta sejumlah bawahan lainnya.
Saat penggerebekan di rumah Kompleks Widya Chandra, aparat Divpropam dilaporkan mengamankan Irjen AS, Irjen EH, Irjen NS, seorang Kombes berinisial FR, empat personel polisi berpangkat rendah, serta seorang advokat berinisial MR.
Perkembangan terbaru menyebutkan bahwa beberapa jenderal dan perwira menengah yang diamankan kini telah resmi menyandang status hukum baru.
“Sudah, sudah resmi dinyatakan sebagai tersangka,” kata seorang sumber yang dekat dengan penegak hukum.
Petinggi Polri yang dilaporkan telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Irjen AS, EH, dan NS. Sementara untuk jenderal aktif berinisial LSP, sumber yang sama menegaskan statusnya juga telah dinaikkan sebagai tersangka, meski saat ini belum dilakukan penahanan. Kendati demikian, peluang penahanan serta pencopotan LSP dari jabatannya di lingkungan Istana Negara dikabarkan masih terbuka lebar. Para perwira tinggi tersebut diinformasikan kini berada di Mako Brimob Kelapa Dua.
Hingga berita ini diturunkan, Mabes Polri belum memberikan konfirmasi ataupun pernyataan resmi terkait detail operasi tersebut.
Saat dimintai keterangan, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Edison Isir menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan mengenai proses evaluasi internal yang sedang berjalan.
“Nanti kami cek proses evaluasinya ya, seperti itu,” ujar Johnny Edison Isir kepada awak media, Selasa (3/11).
Menariknya, Isir tidak memberikan bantahan tegas saat awak media menyinggung isu penangkapan para petinggi Polri yang dikaitkan dengan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo.
“Saya paham rekan-rekan lagi (kasak-kusuk membicarakan sesuatu)… Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi, ya,” tambah Isir dalam kesempatan terpisah.
Selain nama-nama di atas, isu yang belum terkonfirmasi ini juga sempat menyeret beberapa nama lain, mulai dari Kadivkum Mabes Polri hingga mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang memastikan keterlibatan nama-nama tersebut.
Publik kini tengah menantikan pengumuman resmi dari Mabes Polri guna memperjelas duduk perkara operasi senyap yang mengguncang internal Korps Bhayangkara ini.[yud]









