Daerah

Normalisasi SS Gempol Payung Sepanjang 5 Km Mulai Dikerjakan

Pelaksanaan Normalisasi SS Gempol Payung/Net
Pelaksanaan Normalisasi SS Gempol Payung/Net

Desanesia – Pemerintah Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, mengapresiasi dimulainya normalisasi Saluran Sekunder (SS) Gempol Payung sepanjang 5 kilometer di wilayah Sumur Penganten.

Pekerjaan ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian.

Normalisasi yang telah lama diusulkan tersebut kini mulai direalisasikan dengan menerjunkan satu unit alat berat jenis excavator. Pengerjaan difokuskan pada pengangkatan sedimentasi, lumpur, dan tumpukan sampah yang selama ini menghambat kelancaran aliran air.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Sukakarya, Siti Nurasiah mengatakan, realisasi normalisasi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama para petani yang selama ini menghadapi persoalan pendangkalan saluran.

“Alhamdulillah, setelah sekian lama kami mengusulkan normalisasi SS Gempol Payung, akhirnya sekarang bisa direalisasikan dan alat berat sudah diturunkan. Kami berharap pekerjaan ini dapat membantu mengatasi persoalan banjir sekaligus memenuhi kebutuhan air bagi para petani,” ungkapnya, Kamis, (15/10).

Ia menjelaskan, pengerjaan tahap awal direncanakan berlangsung dari kawasan wisata Sumur Penganten menuju Sindangsari atau Putat. Setelah pekerjaan di jalur tersebut rampung, normalisasi akan dilanjutkan dari sisi selatan, mulai dari Sukajadi menuju Sumur Penganten.

Dikutip dari rmoljabar.id, menurut Nurasiah, pendangkalan saluran yang terjadi selama bertahun-tahun menyebabkan daya tampung air berkurang. Kondisi tersebut berpotensi memicu luapan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, sehingga mengganggu area persawahan hingga permukiman warga.

“Saluran sekunder yang sudah lama dangkal, kalau hujan sedikit saja air meluap ke sawah dan permukiman. Insyaallah, setelah SS Pulo Sirih dan Gempol Payung selesai, normalisasi akan dilanjutkan ke SS Gamprit,” ungkapnya.

Selain mengantisipasi banjir, normalisasi diharapkan memperlancar distribusi air menuju lahan pertanian, khususnya saat musim kemarau. Pengangkatan lumpur dan sedimentasi dinilai penting agar saluran dapat berfungsi lebih optimal dalam menunjang kebutuhan irigasi petani.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi yang telah merealisasikan kebutuhan normalisasi saluran pertanian di wilayah kami. Kami berharap pekerjaan ini dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi para petani serta masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap normalisasi dapat dilaksanakan secara optimal dan dilanjutkan pada saluran lain yang membutuhkan penanganan. Dengan begitu, risiko luapan air dapat ditekan, kelancaran irigasi terjaga, dan produktivitas pertanian di Desa Sukakarya dapat terus didukung.[yud]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *