Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Gedung Tinggi Disiagakan Semprotkan “Water Mist”

Desanesia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah cepat dengan menyiagakan operasional sistem penyemprotan air dari atas gedung atau water mist generator.
Menurut Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, langkah darurat ini dioptimalkan dengan mengaktifkan 179 instalasi water mist yang disebar ke 145 gedung tinggi di seluruh area ibu kota guna menekan polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah taktis ini terpaksa diambil menyusul indeks kualitas udara di beberapa wilayah aglomerasi Jabodetabek yang kembali masuk dalam kategori sedang hingga tidak sehat.
“Pemprov DKI terus melakukan pemantauan real-time melalui stasiun pemantau kualitas udara, sensor emisi, serta koordinasi erat dengan BMKG, BPBD DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kementerian Lingkungan Hidup,” kata Chico, dikutip dari Antara, Senin (19/10).
Dikutip dari rri.co.id, Senin, (19/10), Pemprov DKI Jakarta juga secara paralel merampungkan skenario Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah jika kondisi udara terus memburuk.
Kebijakan sekolah daring serta imbauan pengetatan masker di ruang publik siap diberlakukan demi meminimalisasi paparan polusi pada anak-anak, lansia dan kelompok rentan lainnya.
Di sisi lain, legislatif DKI Jakarta turut mengingatkan eksekutif agar tidak lengah terhadap sumber emisi lokal.
Dinas terkait diminta memperketat pengawasan emisi kendaraan bermotor dan cerobong industri di sekitar Jabodetabek yang menjadi pemicu utama buruknya kualitas udara di permukaan tanah. [yud]









