Indonesia Tegaskan Peran Aktif dalam Tata Kelola AI Global

Desanesia – Pemerintah Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk mengambil bagian aktif dalam pembentukan tata kelola Artificial Intelligence (AI) global.
Melalui keanggotaan dalam World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia konsisten mengusung prinsip bahwa teknologi kecerdasan artifisial harus dikembangkan demi kebaikan umat manusia.
Hal tersebut, disampaikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo usai menghadiri perhelatan Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat, (21/8).
Wamen Angga menjelaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam organisasi internasional yang diinisiasi di Shanghai ini memberikan ruang strategis bagi bangsa untuk turut serta merumuskan arah masa depan teknologi global.
“Artinya apa? Indonesia punya peran penting ke depan untuk juga ikut turut andil dalam tata kelola AI di dunia,” tegas Wamen Angga.
Dalam forum bilateral tingkat tinggi tersebut, Indonesia menggarisbawahi bahwa pemanfaatan teknologi canggih seperti AI tidak boleh dilepaskan dari nilai-nilai kemanusiaan. Teknologi harus difungsikan untuk memperkuat kolaborasi antarnegara, bukan justru memicu perpecahan atau dampak negatif bagi masyarakat luas.
“Kita juga mengedepankan bahwa AI itu untuk kebaikan, untuk humanity,” ujar Wamen Angga menekankan arah kebijakan etis Indonesia.
Komitmen Indonesia dalam tata kelola teknologi global ini turut diselaraskan dengan kerja sama konkret di tingkat bilateral, termasuk kemitraan strategis bersama RRT. Pemerintah Indonesia dan Tiongkok sepakat membentuk Working Level Group yang akan mempertemukan kementerian sektoral dengan ekosistem industri kedua negara.
Kelompok kerja teknis ini nantinya tidak hanya mendiskusikan pengembangan AI dan transfer teknologi, tetapi juga potensi hilirisasi mineral kritis untuk kebutuhan industri microchip dan semikonduktor. Kendati demikian, Wamen Angga memastikan bahwa seluruh landasan kerja sama tetap berpijak pada prinsip kedaulatan negara.
“Yang terpenting adalah bagaimana kerja sama antara kedua negara saling menguntungkan dan saling tidak mengorbankan kepentingan nasional masing-masing,” pungkasnya.
Indonesia menegaskan komitmennya mengembangkan AI yang bermanfaat bagi masyarakat melalui kerja sama global yang setara, saling menguntungkan, dan tetap menjaga kedaulatan nasional.









