Dugaan Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua, Sekitar 92 Orang Mendapat Penanganan Medis

Desanesia– Dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/10). Sekitar 92 orang dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dalam program tersebut dan mendapat penanganan di rumah sakit.
Kapolsek Cisarua, Kompol Budi Suratman, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan tersebut. Ia mengatakan, jumlah korban masih dalam proses pendataan sehingga belum dapat dipastikan berapa banyak siswa dan guru yang terdampak.
“Iya diduga keracunan, sementara ini di rumah sakit ada sekitar 92 orang,” ujar Budi kepada awak media, Rabu (21/10).
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah ambulans tiba di lingkungan sekolah dan Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua. Dalam video lainnya, terlihat sejumlah siswa berseragam Pramuka mendapatkan penanganan medis di area rumah sakit.
Berdasarkan informasi awal, gejala yang dialami sejumlah siswa diduga muncul setelah mereka mengonsumsi susu yang dibagikan dalam paket MBG. Pihak sekolah disebut telah melaporkan kejadian tersebut kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Leuwimalang 01 sekitar pukul 08.30 WIB setelah beberapa siswa menunjukkan gejala, termasuk muntah-muntah.
Pada siang harinya, siswa yang mengalami gejala kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Meski demikian, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih dalam penyelidikan pihak terkait.
Menu MBG yang dibagikan kepada siswa SMPN 2 Cisarua pada Rabu (21/10) terdiri atas nasi putih, egg muffin, tumis wortel dan jagung pipil, serta susu UHT dalam kemasan kotak.
Pihak terkait masih melakukan pendataan terhadap siswa dan guru yang terdampak serta menyelidiki kemungkinan penyebab kejadian tersebut. Dugaan bahwa susu menjadi sumber keracunan belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan lebih lanjut tersedia. [nfa]









