Dua Insiden Ganggu Perjalanan KRL Bogor dan Tangerang, Kini Kembali Normal

Desanesia– Perjalanan KRL Commuter Line lintas Bogor dan Tangerang sempat mengalami gangguan akibat dua insiden kecelakaan pada Kamis (20/8) pagi. Gangguan tersebut menyebabkan sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan hingga lebih dari satu jam.
KAI Commuter memastikan perjalanan KRL di kedua lintasan tersebut telah kembali normal sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelumnya, petugas melakukan sejumlah rekayasa pola operasi untuk mengurai antrean perjalanan akibat insiden di jalur rel.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan gangguan di lintas Bogor terjadi setelah KA 1183 relasi Bogor-Jakarta Kota tertemper orang di antara Stasiun Pasar Minggu dan Manggarai.
“Imbas kejadian tersebut sebanyak 10 perjalanan Commuter Line Bogor mengalami keterlambatan hingga 1 jam lebih,” kata Leza.
Sementara itu, gangguan di lintas Tangerang terjadi setelah KA 1914A relasi Duri-Tangerang tertemper sepeda motor di perlintasan tidak resmi antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper sekitar pukul 07.20 WIB.
Menurut Leza, insiden tersebut berdampak pada delapan perjalanan Commuter Line Tangerang yang mengalami keterlambatan hingga 48 menit. Petugas juga sempat melakukan evakuasi sepeda motor yang menghalangi jalur serta pemeriksaan terhadap rangkaian kereta.
“Sedangkan untuk perjalanan Commuter Line Tangerang sebanyak 8 perjalanan mengalami keterlambatan hingga 48 menit,” ujarnya.
Untuk mengurangi dampak keterlambatan, KAI Commuter sempat memberlakukan rekayasa pola operasi dengan menggunakan satu jalur secara bergantian. Rekayasa tersebut diterapkan di antara Stasiun Pasar Minggu-Manggarai untuk lintas Bogor dan Stasiun Rawa Buaya-Batu Ceper untuk lintas Tangerang.
Leza menyayangkan insiden yang terjadi di area jalur rel karena berdampak langsung terhadap operasional perjalanan Commuter Line. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki area rel tanpa kepentingan serta meminta pengguna jalan untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang.
“KAI Commuter dengan tegas melarang orang yang tidak berkepentingan berada di sekitar jalur rel dan selalu mendahulukan kereta melintas saat akan melewati perlintasan sebidang,” tandas Leza. [nfa]









