Daerah

Banjir Luapan Sungai Rendam 6 Desa di Pante Ceureumen Aceh Barat

Banjir melanda di sejumlah wilayah di Aceh/BNPB
Banjir melanda di sejumlah wilayah di Aceh/BNPB

Desanesia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat melaporkan sedikitnya enam desa di wilayah Kecamatan Pante Ceureumen terendam banjir sejak Sabtu malam. Luapan air yang masuk ke kawasan permukiman penduduk dilaporkan berada pada ketinggian di atas 30 sentimeter.

“Banjir ini dipicu luapan sungai usai wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Dharmawan, dikutip dari Antara, Sabtu, (31/10).

Enam desa atau gampong yang terdampak genangan banjir luapan tersebut meliputi Desa Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, serta Canggai. Pihak BPBD menjelaskan bahwa air mulai menggenangi kawasan perumahan warga dan memutus sejumlah akses jalan sejak Sabtu malam sekitar pukul 20.00 WIB, menyusul curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari terakhir.

Hingga menjelang tengah malam, pantauan di lapangan menunjukkan hujan lebat masih terus berlangsung di sekitar Pante Ceureumen, yang mengakibatkan kondisi genangan air di beberapa gampong belum menyurut.

Merespons kondisi kedaruratan tersebut, BPBD Aceh Barat bersama instansi lintas sektor segera menyiagakan personel di posko markas komando guna mengantisipasi eskalasi situasi di lapangan.

“Melalui arahan pimpinan, Pusdalops-PB dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus memantau secara intensif perkembangan banjir di beberapa wilayah terdampak,” jelas Dharmawan.

Selain menyiagakan pusat komando, tim rescue gabungan juga telah disiapkan untuk melakukan tindakan penanganan darurat apabila sewaktu-waktu diperlukan proses evakuasi warga. Berdasarkan pendataan awal tim di lapangan, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Sementara untuk estimasi kerugian materil serta kerusakan fasilitas publik, pihak BPBD menyatakan proses rekapitulasi data masih terus berjalan.

Upaya penanggulangan darurat ini melibatkan kolaborasi aktif antara personel tanggap bencana BPBD serta warga setempat yang berinisiatif menjaga posko ronda di lingkungan masing-masing. Pihak otoritas juga mengimbau kepada masyarakat luas, terutama yang bermukim di sepanjang bantaran sungai, agar tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.[yud]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *