Nasional

Banjir Landa 7 Desa di Bogor, Ratusan KK Terdampak

Banjir di Kampung Bojong Jengkol, Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor/ BPBD Kab. Bogor

Desanesia– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat rangkaian kejadian bencana yang terjadi pada 4–5 Mei 2026, dengan banjir menjadi peristiwa yang paling dominan akibat curah hujan tinggi dalam durasi yang cukup panjang di masa peralihan musim. Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, banjir dilaporkan merendam tujuh desa di lima kecamatan pada Senin (4/5) sekitar pukul 14.30 WIB.

Peristiwa ini dipicu hujan deras yang terjadi bersamaan dengan terganggunya aliran sungai akibat proses normalisasi Kali Sindangbarang, sehingga air meluap dan menggenangi permukiman warga.

Banjir tersebut melanda lima kecamatan, yakni Kecamatan Ciomas, Sukaraja, Dramaga, Ciampea, dan Babakan Madang, dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 346 kepala keluarga atau 1.128 jiwa terdampak, serta 326 unit rumah terendam. Selain itu, satu bangunan majelis dan satu unit jembatan juga dilaporkan mengalami dampak akibat kejadian tersebut.

BPBD Kabupaten Bogor melaporkan pada Senin petang genangan air telah surut, sementara material sisa banjir berhasil dibersihkan. Bangunan masjid yang sebelumnya terdampak juga telah dibersihkan, dan jembatan yang sempat terdampak kini sudah dapat dilalui kembali oleh warga.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa selain Kabupaten Bogor, banjir pada Senin (4/5) juga melanda wilayah lain di Jawa Barat, yakni Kabupaten Bandung, tepatnya di Desa Cilampeni, Kecamatan Ketapang.

“Banjir merendam 61 unit rumah sehingga mengakibatkan 63 KK terdampak,” terang Abdul, Selasa (5/5).

BPBD Kabupaten Bandung terus berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan pemerintah desa dalam penanganan banjir, dengan kondisi genangan air dilaporkan telah surut pada Senin sore.

Sementara itu, hujan yang terjadi pada Senin (4/5) tidak hanya berdampak di Pulau Jawa, tetapi juga melanda wilayah Sulawesi Tengah, tepatnya di Kabupaten Morowali Utara. Banjir dilaporkan terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Soyo Jaya, yakni Desa Tamainusi, Tandayondo, dan Bau.

“Sebanyak 82 warga terdampak kejadian itu”, sambungnya.

BPBD Kabupaten Morowali Utara melaporkan sejumlah kerugian materiil akibat banjir, meliputi 30 unit rumah dan satu fasilitas ibadah terdampak, serta 15 hektare lahan persawahan yang ikut terendam dengan sekitar 2,7 ton bibit padi hanyut.

Hingga Senin sore, genangan air di Desa Tamainusi masih bertahan dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter, sementara debit air di Desa Tandayondo dilaporkan meningkat. Adapun kondisi di Desa Bau mulai membaik, dengan genangan banjir yang berangsur surut.

Dalam menghadapi masa peralihan musim, BNPB mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung, banjir, hingga gelombang tinggi.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai kemungkinan bencana geologi, termasuk gempa bumi, yang dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan.

“Selalu siapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa pantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG,” tutup Abdul. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *