Nasional

Antrean BBM Mengular di 11 Provinsi, Bali Terapkan Sistem Ganjil-Genap

Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi (Foto: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)
Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi (Foto: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Desanesia – Krisis kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean kendaraan panjang melanda sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bali serta meluas ke 10 provinsi lainnya di Indonesia. Menanggapi situasi darurat ini, Pemerintah Provinsi Bali bersama PT Pertamina (Persero) resmi menerapkan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite mulai Sabtu (17/10) hingga Senin (19/10) sebagaimana disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi di Denpasar, Bali, Jumat (16/10)

Berdasarkan data awal yang dihimpun Ombudsman Republik Indonesia per (13/10), gangguan pelayanan distribusi BBM terjadi di 11 provinsi. Wilayah terdampak meliputi Bali, Papua Barat, Banten, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Aceh, dan Jawa Barat. Di beberapa titik seperti Papua Barat dan Banten, panjang antrean kendaraan bahkan dilaporkan sempat mencapai satu kilometer.

Anggota Ombudsman RI, Abdul Ghoffar, menegaskan bahwa persoalan ini berdampak langsung pada hilangnya waktu produktif warga dan terganggunya sektor logistik daerah. “Ketika masyarakat kehilangan waktu produktif atau kegiatan ekonominya terganggu untuk mendapatkan BBM, hal itu harus dibaca sebagai persoalan kualitas pelayanan yang perlu segera ditangani,” jelas Ghoffar dalam konferensi pers yang disiarkan Rabu (16/10).

Ombudsman menduga masalah ini bersumber dari kendala logistik, keterlambatan distribusi, serta ketidaksesuaian kuota dengan kebutuhan aktual masyarakat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, untuk memulihkan alur distribusi. Seusai rapat bersama Gubernur Bali, Selasa (13/10), Simon memaparkan bahwa kelangkaan di Bali salah satunya dipicu oleh kendala teknis pada proses pembongkaran muatan (discharge) kapal kargo pengangkut BBM. Kendati distribusi terhambat, pemerintah memastikan bahwa ketahanan stok BBM nasional dalam posisi aman, yakni mencukupi untuk kebutuhan 18 hingga 20 hari ke depan.

Sebagai solusi jangka pendek untuk mengurai kemacetan di SPBU Bali, Ahad, menjelaskan bahwa pembelian Pertalite kini dibatasi mengikuti angka terakhir pelat nomor kendaraan. Kendaraan roda empat dibatasi maksimal pembelian 20 liter, sementara kendaraan roda dua dibatasi maksimal 3 liter dalam sekali pengisian. Kendaraan darurat seperti ambulans dan pemadam kebakaran tetap mendapatkan prioritas pengisian tanpa pembatasan.

Selain pembatasan volume, Pertamina juga memperpanjang jam operasional 24 jam penuh di 66 SPBU strategis yang tersebar di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Sebanyak 108 armada mobil tangki dikerahkan untuk mempercepat suplai pasokan dari terminal BBM ke masyarakat. Pengamanan dan pengawasan ketat di lapangan turut melibatkan dukungan ratusan personel TNI Kodam IX/Udayana serta jajaran Patwal Polda Bali.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan guna menghindari perilaku pembelian panik (panic buying) yang berpotensi memperparah situasi antrean di lapangan.[yud]

Dirangkum dan diolah dari berbagai sumber.

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *