Pemkot Jakbar dan BPOM Perkuat Pengawasan Obat dan Pangan

Desanesia–Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jakarta memperkuat kolaborasi untuk mengawasi peredaran obat dan makanan demi melindungi masyarakat dari risiko kesehatan. Dikutip dari Faktapers.id, penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Ali Murthadho, dengan Kepala Balai Besar POM di Jakarta, Jeffeta, di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (14/10).
Dalam pertemuan itu, Ali menyatakan dukungannya terhadap program Kota/Kabupaten Pangan Aman. Ia mendorong perangkat daerah terkait agar terlibat aktif dalam pelaksanaan program tersebut, sekaligus meningkatkan kualitas pengawasan keamanan pangan di wilayah Jakarta Barat.
“Program-program BPOM, salah satunya Kota/Kabupaten Pangan Aman, akan kita dorong bersama. Kami akan menggerakkan jajaran terkait agar Jakarta Barat bisa meraih prestasi hingga tingkat nasional,” ujar Ali.
Selain keamanan pangan, pertemuan tersebut membahas pengawasan peredaran obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan, termasuk tramadol yang peredarannya perlu diawasi sesuai ketentuan. Ali menilai, koordinasi antarlembaga perlu diperkuat agar pengawasan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Pemkot Jakarta Barat mendukung perluasan jangkauan pengawasan obat dan makanan. Dengan koordinasi yang lebih kuat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, pengawasan di lapangan diharapkan bisa berjalan lebih efektif,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar POM di Jakarta, Jeffeta, menyampaikan sejumlah program yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah. Program tersebut meliputi pembinaan pelaku usaha di sektor obat dan makanan, edukasi penggunaan antibiotik secara tepat, serta kampanye Anti-Microbial Resistance (AMR) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai resistensi antimikroba.
BPOM juga mendorong pencegahan keracunan pangan melalui kerja sama lintas sektor dengan target mewujudkan zero accident atau nihil kejadian keracunan pangan. Melalui kolaborasi ini, Pemkot Jakarta Barat dan BPOM berharap pengawasan obat dan makanan semakin efektif, risiko peredaran produk yang tidak memenuhi ketentuan dapat ditekan, serta kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan dan penggunaan obat secara bertanggung jawab meningkat. [nfa]









