Presiden Prabowo Dorong Inovasi Rumah Tahan Gempa

Desanesia – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Timor Leste José Ramos-Horta bersama sejumlah peraih Nobel dunia di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, (28/8).
Di sela-sela pembahasan kerja sama riset internasional, Kepala Negara turut memaparkan sejumlah program strategis nasional, mulai dari penguatan ketahanan pangan, evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pengembangan inovasi teknologi mitigasi bencana.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo membagikan pengalaman Indonesia dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis serta komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan kampung nelayan.
Selain sektor pangan dan kesejahteraan sosial, aspek keamanan infrastruktur di wilayah rawan bencana turut menjadi perhatian serius Presiden.
Mengingat posisi geografis Indonesia yang berada di jalur ring of fire dengan tingkat kerentanan gempa yang tinggi, Presiden Prabowo mendorong BRIN untuk terus melahirkan inovasi teknologi terapan yang solutif.
“Pak Presiden tadi sudah menyampaikan bahwa Indonesia itu merupakan daerah yang ring of fire ya, banyak sekali titik kerentanan terhadap bencana. Sehingga beliau tadi menyampaikan bahwa ini memerlukan kajian, memerlukan inovasi-inovasi teknologi untuk bisa mengatasi, mengantisipasi, maupun terus bisa memberikan solusi sehingga hal-hal tersebut tidak terjadi di Indonesia,” jelas Arif.
Sebagai bentuk nyata respons terhadap ancaman bencana alam, pemerintah terus mendorong pemanfaatan hasil riset teknologi tepat guna. Salah satu inovasi yang menjadi sorotan khusus adalah pengembangan rumah modular tahan gempa, di mana model percontohannya telah berhasil dibangun oleh periset dalam negeri sejak periode 2021–2022.
Melalui dorongan langsung dari Kepala Negara, riset dan inovasi teknologi mitigasi bencana ini diharapkan dapat segera diterapkan secara massal guna melindungi keselamatan masyarakat di berbagai daerah rawan gempa, sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur nasional secara berkelanjutan.









