Inovasi

Tim KKN UGM Olah Air Belerang Merbabu Jadi Pasokan Pamsimas Jogonayan

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Ngablak Akara di Dusun Deles, Desa Jogonayan/UGM

Desanesia – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Ngablak Akara bersama warga Dusun Deles dan Pemerintah Desa Jogonayan resmi mengintegrasikan sistem filter pengolah ‘air Merbabu’ berkanung belerang ke dalam jaringan distribusi Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Melalui sinergi ini, limpahan air dari titik tinggi Merbabu yang tadinya hanya dipakai untuk irigasi kini dapat disaring dan disalurkan langsung ke rumah-rumah warga tanpa perlu membangun saluran distribusi baru dari nol.

Anggota Tim KKN UGM, Agustina Herawati, menjelaskan bahwa efisiensi skema ini dicapai dengan menempatkan unit penyaring air persis di samping bak penampungan Pamsimas yang sudah ada.

“Air hasil penyaringan dapat langsung disalurkan ke rumah-rumah melalui infrastruktur distribusi yang sudah ada tanpa harus membangun dari nol. Air dari hasil penyaringan ini diharapkan dapat menjadi cadangan dan tambahan pasokan air Pamsimas, terutama di musim kemarau,” kata Agustina dalam keterangan resminya, Kamis, (20/8).

Sebelum dialirkan ke rumah warga, tim mahasiswa bersama pihak desa memastikan aspek keamanan kesehatan melalui pengujian sampel air secara ketat di Labkesmas Kesehatan Lingkungan Salatiga. Pengujian meliputi parameter mikrobiologi (E. coli dan Coliform) serta aspek fisika dan kimia air

Langkah pengujian ini dilakukan untuk memberikan kepastian hukum dan kesehatan bahwa air belerang yang telah disaring benar-benar layak dan aman untuk dikonsumsi harian.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UGM, Dr. Ir. Endy Triyannanto, S.Pt., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Sinergi yang terjalin antara mahasiswa, warga, dan pemerintah desa menjadi bukti bahwa sains hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat,” ujar Endy.

Kepala Desa Jogonayan, Tumarno, menyampaikan apresiasi tinggi atas solusi kolaboratif ini. Inovasi filter air Merbabu tersebut menjadi jawaban atas kekhawatiran warga akan kelangkaan air bersih saat musim kemarau panjang melanda kawasan Magelang.

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *