Kelana Ajak Pelajar Jabodetabek Kenali Transportasi Rendah Emisi di MRT Jakarta

Desanesia— Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengajak generasi muda mengenal secara langsung penerapan transportasi berkelanjutan melalui program Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda (KELANA) Edisi Ketiga.
Sebanyak 13 pelajar SMA dari sejumlah sekolah di Jabodetabek mengikuti kegiatan yang digelar pada Kamis (6/8) tersebut. Para peserta mengunjungi Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, serta area konstruksi bawah tanah proyek MRT Fase Kedua di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat.
Kunjungan lapangan itu dirancang untuk memberikan pemahaman kepada anak muda mengenai keterkaitan transportasi publik, pengurangan emisi karbon, dan pembangunan kota yang berkelanjutan.
Ketua Kelompok Kerja Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Biro Humas KLH/BPLH, Romi Setiawan, mengatakan KELANA menjadi sarana bagi generasi muda untuk melihat secara langsung praktik pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan.
“KELANA adalah Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda yang tujuannya ingin memberikan pengalaman langsung kepada anak muda mengenai proyek-proyek berkelanjutan di Indonesia, salah satunya adalah MRT,” ujar Romi.
Menurut dia, keberadaan transportasi publik seperti MRT menjadi salah satu contoh pengembangan perkotaan yang dapat mendukung upaya menjaga lingkungan.
“Di sini kita belajar bahwa Jakarta memiliki transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan serta menjadi representasi pengembangan transportasi umum di Indonesia,” katanya.
Selama berada di Depo MRT Lebak Bulus, para pelajar diperkenalkan dengan sistem operasional MRT Jakarta, termasuk penggunaan listrik sebagai sumber tenaga dan teknologi Communication Based Train Control (CBTC).
Moda transportasi tersebut tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung di sepanjang jalur perkotaan. Keberadaan angkutan massal juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi yang menjadi salah satu sumber emisi di wilayah perkotaan.
Head of Corporate Communication and Branding Department PT MRT Jakarta (Perseroda), Angga Satria Perdana, mengatakan pengelolaan MRT Jakarta juga mengadopsi standar yang dinilai baik dari sistem perkeretaapian Jepang.
“MRT adalah kerja sama government to government antara Jepang dan Indonesia. Kita ingin mencontoh standar dan kualitas Jepang yang baik dalam pengelolaan transportasi kereta api di dunia, termasuk kedisiplinannya,” jelas Angga.
Selain mempelajari operasional MRT, peserta KELANA diperkenalkan dengan konsep Transit Oriented Development(TOD). Konsep tersebut mengintegrasikan transportasi massal dengan kawasan perkotaan, fasilitas pejalan kaki, ruang publik, serta pengembangan kawasan yang lebih ramah lingkungan.
Para peserta juga melihat langsung pembangunan MRT Fase Kedua di kawasan Silang Monas. Dari kunjungan tersebut, mereka mendapat gambaran mengenai penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proyek infrastruktur perkotaan.
Putri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Titisari Kosasieputri, menilai pelibatan anak muda dalam kegiatan edukasi lingkungan penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap perubahan iklim.
“Menurut saya program seperti Kelana ini sangat penting karena generasi muda itu harus diajak untuk peduli akan lingkungan dan sustainability karena climate crisis dan global warming, so now is the time to act,” kata Victoria.
Program KELANA Edisi Ketiga juga mendorong peserta untuk mengolah pengalaman selama kunjungan menjadi konten digital edukatif. Dengan cara tersebut, pesan mengenai transportasi berkelanjutan, pengelolaan sampah, dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Salah satu peserta dari SMA Negeri 1 Depok, Sheikha Lana, mengatakan pengalaman tersebut dapat menjadi bahan bagi generasi muda untuk ikut menyebarkan edukasi mengenai lingkungan.
“Apa yang bisa dibagikan adalah aku bisa membagikan konten-konten kemudian aku bisa membagikan kepada teman-teman bagaimana kita sebagai generasi muda bisa mengolah sampah menuju ke Indonesia yang bersih di kemudian hari,” ungkapnya.
Melalui KELANA, KLH/BPLH mendorong generasi muda tidak hanya menjadi penerima informasi mengenai lingkungan, tetapi juga terlibat dalam menyebarluaskan praktik dan gaya hidup berkelanjutan kepada masyarakat. [nfa]









