Hari Jadi Klaten ke-222 Jadi Momentum Perkuat Gotong Royong dan Pelestarian Budaya

Desanesia– Peringatan Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222 menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan sekaligus meneguhkan komitmen membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera. Upacara yang digelar di Alun-alun Klaten, Selasa (28/7), berlangsung khidmat dengan menghadirkan unsur budaya sebagai pengingat perjalanan sejarah panjang Kabupaten Klaten.
Dilansir dari faktapers.id, rangkaian peringatan tidak hanya diisi upacara resmi yang dipimpin Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, tetapi juga menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya. Tari Saman Gayo yang dibawakan mahasiswa asal Aceh tampil berdampingan dengan Tari Payung Juwiring dan tari kolosal yang mengisahkan sejarah berdirinya Kabupaten Klaten. Penampilan tersebut menjadi simbol keberagaman budaya sekaligus mempererat hubungan persaudaraan antara Kabupaten Klaten dan Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Mengusung tema “Sahita Hamemayu Raharja”, peringatan Hari Jadi Klaten tahun ini mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan sejarah sebagai pijakan dalam membangun masa depan. Beragam elemen masyarakat, mulai dari jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga para kepala daerah di wilayah Solo Raya turut menghadiri peringatan tersebut, yang ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan Kabupaten Klaten yang telah memasuki usia 222 tahun.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat melalui semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, pelestarian budaya, serta inovasi yang berkelanjutan.
“Lewat peringatan Hari Jadi Klaten ke-222 ini, mari kita syukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya sumber air dan alam yang ada di Kabupaten Klaten. Mari kita bekerja bersama, bergotong royong untuk membangun Kabupaten Klaten yang lebih maju,” ujar Hamenang. [nfa]








