Regulasi

Seto Mulyadi Usul Pembentukan SPARTA di Seluruh RT Jakarta

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau Kak Seto bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung/Kompas

Desanesia – Gubernur Pramono Anung terus memperkuat komitmennya terhadap kesejahteraan anak, mulai dari akses pendidikan hingga fasilitas ramah anak di ruang publik.

Gubernur Pramono menyebut, status Jakarta sebagai kota layak anak mesti dibarengi dengan dukungan nyata terhadap akses pendidikan.

Saat ini, Pemprov DKI menyalurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) kepada lebih dari 707 ribu siswa serta Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) kepada sekitar 15.900 mahasiswa. Program pemutihan ijazah bagi lulusan yang ijazahnya masih tertahan di sekolah akibat tunggakan biaya pun tetap dilanjutkan.

“Maka bagi ada kalau Saudara-saudara sekalian yang ijazah saudara-saudaranya belum terambil, Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan akan turun tangan untuk memutihkan ijazah tersebut. Biayanya sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah DKI Jakarta,” imbuhnya.

Selain soal pendidikan, Pramono juga menyoroti minimnya fasilitas ramah anak di ruang publik Jakarta, terutama ruang laktasi. Penyediaan ruang laktasi bakal menjadi perhatian serius Pemprov DKI ke depan.

“Jadi untuk ruang laktasi, ya ini akan menjadi gerakan bagi siapa pun yang ingin membuka ruang publik maka ruang laktasi juga dipersiapkan karena Jakarta sekali lagi harus menjadi provinsi yang ramah, nyaman bagi anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau Kak Seto mengusulkan agar Pemprov DKI membentuk Seksi Perlindungan Anak (SPARTA) di setiap RT se-Jakarta, pada peringatan Hari Anak Nasional ke-42 yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, (20/7)

Menurutnya, program SPARTA sejatinya sudah dirintis LPAI sejak 2011 dan telah lebih dulu diterapkan di sejumlah daerah.

Kota Tangerang Selatan tercatat sebagai daerah pertama yang menerapkan SPARTA di seluruh RT-nya hingga meraih Rekor MURI. Sejumlah daerah lain seperti Bekasi, Bengkulu Utara, dan Belitung pun mengikuti jejak serupa.

“Salah satu yang ingin kami usulkan adalah karena pemberdayaan masyarakat penting sekali, kami sudah merintis sejak tahun 2011 (dari) LPAI yaitu SPARTA. SPARTA adalah Seksi Perlindungan Anak di tingkat rukun tetangga,” kata Kak Seto.

Kak Seto berharap Jakarta bisa menjadi provinsi pertama yang menerapkan SPARTA di seluruh RT pada enam wilayah administrasinya.

“Kami mengusulkan kepada Bapak Gubernur DKI Jakarta, DKI Jakarta merupakan provinsi pertama yang seluruh RT-nya juga dilengkapi dengan Seksi Perlindungan Anak. Jadi di RT-RT ada seksi acara, seksi kebersihan, seksi keamanan, tambah satu lagi, Seksi Perlindungan Anak,” ujarnya.

Menanggapi usulan tersebut, Pramono mengatakan pihaknya akan mengkaji lebih dulu gagasan itu sebelum mengambil keputusan.

“Kak Seto, yang tadi usulannya mengenai SPARTA nanti kami kaji, kami dalami,” ungkap Pramono.

 

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *