Perkuat Diplomasi Budaya, ITB Gelar Pelatihan BIPA untuk Mahasiswa RMIT Australia

Desanesia – UPT Layanan Bahasa Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin (SPITM) ITB menerima 41 mahasiswa inbound dari RMIT University, Australia, dalam program pelatihan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan pengenalan budaya Indonesia. Program ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan International Internships Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat pertukaran akademik dan pemahaman lintas budaya antarnegara.
Program ini merupakan rangkaian pembelajaran daring dan luring yang difasilitasi oleh UPT Layanan Bahasa ITB. Kegiatan dimulai sejak (31/3) hingga (1/9) untuk sesi daring dan luring. Adapun pelaksanaan kelas luring berlangsung selama satu pekan, terselenggara pada (29/6) hingga (3/7) di UPT Layanan Bahasa ITB.
Program ini memberikan pengalaman belajar yang komprehensif meski berlangsung dalam waktu relatif singkat. Mahasiswa mempelajari keterampilan berbahasa Indonesia, juga memperoleh pemahaman mengenai budaya dan masyarakat Indonesia melalui berbagai kegiatan pengenalan lintas budaya.
Selain itu, peserta mengikuti perkuliahan pada Program Magister Teknokultur melalui mata kuliah Indigenous Knowledge (Kearifan Lokal). Dalam perkuliahan tersebut, mahasiswa diajak memahami berbagai bentuk pengetahuan lokal, budaya, dan kebiasaan yang hidup di tengah masyarakat Indonesia serta relevansinya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global saat ini.
Melalui program ini, peserta memperoleh pengakuan resmi sebagai mahasiswa inbound SPITM ITB. Status tersebut memberikan pengalaman akademik yang lebih mendalam sekaligus memperkuat jejaring internasional yang dikembangkan ITB dalam lingkungan pendidikan tinggi global.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan luring, mahasiswa mengikuti kunjungan budaya ke Saung Angklung Udjo, salah satu destinasi budaya di Kota Bandung. Dalam kunjungan tersebut, peserta menyaksikan pertunjukan seni tradisional Sunda, juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan warisan budaya Indonesia melalui permainan alat musik angklung.
Melalui program ini, ITB terus berkomitmen dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada dunia. Kehadiran mahasiswa internasional diharapkan tidak hanya mempererat hubungan akademik antara ITB dan RMIT atau hubungan akademik Indonesia dan Australia, tetapi juga menjadi sarana diplomasi budaya yang efektif dalam membangun pemahaman dan persahabatan antarbangsa.








