Daerah

Wamensos Dorong Sentra Bekasi Jadi Pusat Pemberdayaan Lewat Program Produktif

Hasil budidaya melon di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Sabtu (13/6)/Kemensos

Desanesia–Selain memberikan layanan kelompok rentan, sentra-sentra Kemensos kini memperluas cakupan sebagai pusat pemberdayaan.

Di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, misalnya, fokus mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan melalui budidaya 400 pohon melon di greenhouse, 85 pohon alpukat, 14 pohon kelengkeng, 12 pohon anggur, 8 pohon mangga, 15 pohon pisang, 19 pohon terong, serta pohon jambu dan jeruk.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan transformasi ini sebagai tindaklanjut perubahan paradigma bansos sementara berdaya selamanya. Lantaran itu sentra-sentra di bawah Kemensos harus menjadi pusat pemberdayaan.

“Ini sebagai pelaksanaan perintah Bapak Menteri Sosial bahwa sentra-sentra harus dimakmurkan,” ujarnya didampingi Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo dan Kepala STPL Budi Satriyo, saat memanen hasil budidaya melon di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Sabtu (13/6).

Agus Jabo menjelaskan selama ini sentra-sentra Kemensos menjalankan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat dengan permasalahan sosial lainnya. Ke depan, fungsi tersebut diperkuat dengan program memakmurkan sentra melalui pemberdayaan sesuai potensi masing-masing sentra.

“Selain melaksanakan program Atensi bagi kelompok rentan, kita melakukan pemberdayaan,” kata Agus Jabo.

Di STPL Bekasi, program pemberdayaan dikembangkan melalui sektor pertanian dan perkebunan. Berbagai komoditas dibudidayakan di kawasan sentra, mulai dari melon, kelengkeng, alpukat, mangga, anggur, pisang, hingga terong.

Agus Jabo mengatakan konsep serupa juga diterapkan di sentra lain di seluruh Indonesia sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

“Kalau potensinya pertanian ya kita tanam buah, kalau peternakan kita ternak ayam, misalkan kalau ikan ya perikanan,” jelas dia.

Ia menuturkan, program pemberdayaan tersebut tidak hanya ditujukan bagi penerima manfaat di dalam sentra, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Pertama kita memberikan manfaat kepada para penerima manfaat yang selama ini diurus oleh sentra. Kedepannya kita berharap meluas ke masyarakat yang ada di sekitar sentra,” kata Agus Jabo.

Melalui program tersebut, penerima manfaat dibekali keterampilan vokasi agar mampu mandiri setelah menyelesaikan rehabilitasi sosial dan kembali ke tengah masyarakat.

“Supaya setelah mereka selesai rehabilitasi dan berada di tengah masyarakat, kita sudah memberikan bekal. Terutama bekal ilmu vokasi supaya mereka bisa mandiri,” jelasnya.

Selain sektor pertanian, Kemensos juga mendorong pengembangan pelatihan keterampilan lain seperti membatik di sentra. Agus Jabo berharap masyarakat sekitar sentra dapat dilatih melalui program training of trainers (TOT) sehingga mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

Menurut Agus Jabo, program memakmurkan sentra melalui penguatan pemberdayaan akan menjadikan sentra Kemensos sebagai pusat kegiatan produktif yang memberikan dampak sosial dan ekonomi lebih luas.

“Jadi dampaknya nanti luas dan di sentra akan padat kegiatan dan dampaknya untuk seluruh masyarakat yang membutuhkan. Saya harapkan sentra-sentra yang lain mengikuti program yang sudah dilaksanakan di STPL ataupun di tempat-tempat yang sudah memulai,” pungkasnya. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *