Budaya

Dua Pertunjukan Teater Bernuansa Budaya Melayu Wakili Indonesia di Venice Biennale Teatro 2026

Restu Kusumaningrum, Direktur Artistik dan Produser Independen Bumi Purnati Indonesia dan Mr. Michele Cavallaro, Direktur Istituto Italiano di Cultura di Jakarta/jakarta.suaramerdeka.com

Desanesia– Dua karya teater kontemporer Indonesia dijadwalkan tampil dalam 54th International Theatre Festival of La Biennale di Venezia 2026.

Penampilan tersebut menjadi panggung bagi kekayaan budaya Melayu yang diolah secara modern lewat perpaduan seni teater, tari, musik tradisional, serta unsur bela diri silat dalam sebuah pertunjukan yang dinamis dan khas.

Pendiri dan Direktur Artistik Bumi Purnati Indonesia, Restu Imansari Kusumaningrum, menjelaskan bahwa keterlibatan Indonesia kali ini bertujuan memperkenalkan kebudayaan tua Melayu sebagai salah satu fondasi budaya nusantara kepada audiens global.

“Kami ingin mengangkat kebudayaan tua dari Melayu sebagai akar budaya Indonesia,” ujar Restu dalam jumpa pers “Dua Panggung Indonesia di Venice Biennale Teatro 2026” di kediaman Duta Besar Italia, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/).

Dua pementasan yang akan diboyong ke Italia adalah “Under the Volcano” dan “Hikayat Perahu/The Tale of Boat”.

Restu secara khusus melibatkan aktor dan seniman dari Aceh serta Sumatera Barat untuk memastikan kekayaan tradisi yang ditampilkan tetap autentik namun relevan dengan perkembangan teater masa kini.

Restu juga mengutip pandangan aktor kenamaan Willem Dafoe yang menyebut Indonesia memiliki karakteristik unik dalam seni pertunjukan.

“Indonesia mempunyai sesuatu yang berbeda dalam seni tari, musik, teater, dan bela diri silat,” tuturnya.

Filosofi “Alter-Native” di Panggung Dunia

Festival Teater Internasional La Biennale di Venezia 2026 mengusung tema “Alter-Native”, sebuah konsep yang memadukan perubahan (alter) dengan asal-usul budaya (native). Ajang ini menjadi titik temu bagi sekitar 200 seniman dunia dengan 55 agenda pertunjukan terpilih.

Berikut adalah profil singkat dua karya Indonesia yang akan dipentaskan:

  1. “Under the Volcano”:Disutradarai oleh Yusril Katil. Karya ini terinspirasi dari syair “Lampung Karam” karya Muhammad Saleh, yang menceritakan kedahsyatan letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883.
  2. “Hikayat Perahu/The Tale of Boat”: Disutradarai oleh Sri Qadariatin. Pertunjukan ini merupakan interpretasi atas “Syair Perahu” karya penyair sufi legendaris asal Aceh, Hamzah Fansuri.

Dua pertunjukan tersebut akan dipentaskan masing-masing sebanyak dua kali selama penyelenggaraan festival pada 7–21 Juni 2026 di Venesia, Italia.

Partisipasi Indonesia dalam ajang teater internasional ini sekaligus menjadi upaya memperluas diplomasi budaya melalui karya seni kontemporer yang membawa identitas lokal ke panggung global. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *