Budaya

Semarak Lebaran Tanah Abang 2026: Rawat Tradisi, Warga Bersiap Sambut Lebaran Kampung Bali

Ade Maulana, Ketua RT Kampung Bali penyerahan piagam penghargaan dalam lomba seset kambing kepada peserta di Tanah Abang, Jakarta. (Dok: Panitia Acara)

Desanesia – Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di jantung ibu kota tidak hanya identik dengan geliat perekonomian dan pusat grosir, tetapi juga pelestarian budaya lokal. Rangkaian kegiatan “Lebaran Tanah Abang 2026″ yang digelar pada akhir pekan ini berlangsung semarak (19/4). Acara ini menjadi ajang silaturahmi warga sekaligus memperkuat identitas kebudayaan Betawi di tengah pesatnya modernisasi Jakarta.

​Pemerintah kota Jakarta Pusat memberikan dukungan penuh terhadap tradisi tahunan pasca-Idulfitri ini, dengan menitikberatkan pada pentingnya persatuan warga. Mengutip pernyataan resmi yang dirilis melalui portal Pemerintah Kota Jakarta Pusat, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, menekankan bahwa momentum Lebaran harus menjadi fondasi kuat untuk memajukan wilayah.

​”Modal dasar untuk membangun dan menata suatu wilayah yaitu kekompakan. Dari kekompakan dan keguyuban inilah kolaborasi yang baik akan timbul di tengah warga masyarakat,” tegas Arifin terkait rangkaian perayaan dan silaturahmi warga di kawasan Tanah Abang.

​Di sisi lain, antusiasme pelestarian budaya ini tidak akan berhenti pada perayaan akhir pekan ini saja. Masyarakat Tanah Abang dan sekitarnya telah bersiap untuk melanjutkan estafet tradisi silaturahmi ke tingkat lingkungan yang lebih spesifik.

​Ade Maulana, selaku Ketua RT Kampung Bali sekaligus panitia acara Lebaran Kampung Bali, mengungkapkan bahwa kemeriahan ini akan berlanjut pada pekan depan dengan membawa konsep yang lebih membumi.

​”Alhamdulillah, antusiasme warga dalam Lebaran Tanah Abang sangat tinggi. Namun, ini belum selesai. Sebagai kelanjutan dari rangkaian kegiatan silaturahmi ini, kami juga akan menggelar ‘Lebaran Kampung Bali’ yang insyaallah akan dilaksanakan pada tanggal 25 April 2026 mendatang,” ujar Ade Maulana saat ditemui di lokasi acara, Minggu (19/4).

​Lebih lanjut, Ade menjelaskan bahwa Lebaran Kampung Bali akan dikemas dengan nuansa komunal yang kental. Acara tersebut ditujukan untuk memfokuskan keakraban antarwarga di lingkungan sekitar, lengkap dengan sajian kuliner khas dan ruang interaksi budaya.

​Kehadiran serangkaian festival seperti Lebaran Tanah Abang dan Lebaran Kampung Bali ini mengukuhkan sebuah pesan penting: Tanah Abang bukan sekadar episentrum perdagangan, melainkan juga benteng pertahanan bagi kearifan dan budaya lokal di DKI Jakarta. [fai]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *