Nasional

Pemkab Bandung Barat Ungkap Masih Ada Selisih Jumlah Korban Longsor Cisarua

Jajaran Forkopimda turut menghadiri prosesi pemakaman 10 jenazah dengan status tanda post mortem (PM) sambil menunggu penindakan sesi kedua pendalaman uji DNA. (Desanesia/Alvin Iskandar)

Desanesia – Pemakaman 10 korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tetap dilakukan meski sebagian jenazah belum memiliki identitas pasti. Langkah tersebut diambil setelah proses identifikasi ilmiah tidak menemukan kecocokan data korban dengan laporan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

Penyerahan jenazah dilakukan pihak Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat pada Jumat, 27 Februari 2026. Seluruh korban kemudian diberangkatkan menuju lokasi pemakaman di Desa Pasirlangu setelah pelaksanaan Salat Jumat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, menjelaskan, 10 jenazah tersebut merupakan hasil temuan tim SAR dalam operasi pencarian lanjutan pascabencana yang terjadi pada 24 Januari 2026.

“Hari ini kami menerima 10 jenazah dari RS Bhayangkara Sartika Asih. Setelah Salat Jumat langsung dilakukan pemakaman,” ucap Ade di TPU Baru Mati, Kampung Barunyatuh, Desa Pasirlangu.

Ia menerangkan seluruh jenazah sebelumnya telah menjalani tahapan identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI), mulai dari pemeriksaan fisik hingga pengambilan sampel DNA sebagai metode utama pencocokan identitas.

“Di tahap akhir sudah diambil sampel DNA-nya. Namun sampai kemarin belum ada satu pun yang cocok dengan data keluarga korban hilang, sehingga dikategorikan tidak teridentifikasi,” terangnya.

Total Temuan 74, Target Awal 80 Korban

Berdasarkan data masa tanggap darurat selama 14 hari yang dilanjutkan tujuh hari pencarian tambahan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, sebelumnya tercatat sebanyak 64 korban telah berhasil diidentifikasi.

Dengan ditemukannya tambahan 10 jenazah tanpa identitas tersebut, total korban yang berhasil ditemukan menjadi 74 orang dari target awal pencarian sebanyak 80 korban.

“Kalau dari angka target 80 orang, sebelumnya teridentifikasi 64. Sekarang ada tambahan 10 jenazah. Artinya total menjadi 74. Masih ada selisih enam orang,” katanya.

Selisih jumlah menunjukkan kemungkinan masih terdapat korban belum ditemukan ataupun individu yang status keberadaannya belum dapat dipastikan. Pemerintah daerah juga belum dapat memastikan seluruh korban berasal dari wilayah setempat atau terdapat warga luar daerah yang belum tercatat secara administratif.

Karena belum memiliki identitas, Ade menyampaikan,seluruh jenazah dimakamkan menggunakan penanda nomor postmortem (PM) guna mempermudah proses verifikasi lanjutan apabila di kemudian hari ditemukan kecocokan hasil DNA.

“Kita siapkan batu nisan dengan nomor postmortem. Jika nanti ada data baru atau hasil tes DNA yang cocok, tinggal mengganti batu nisannya,” jelasnya.

Terkait kondisi korban, ia mengungkapkan sebagian besar jenazah yang diterima diduga tidak dalam kondisi utuh atau berupa bagian tubuh terpisah sehingga memperberat proses identifikasi forensik.

“Kami belum mendapat laporan detail, tetapi informasinya memang banyak berupa potongan tubuh,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memastikan proses pencarian resmi telah dihentikan setelah masa tanggap darurat selama 14 hari serta tambahan tujuh hari pencarian lanjutan oleh Basarnas.

Meskipun seluruh jenazah telah dimakamkan dan diserahkan kepada keluarga korban, pemerintah tetap membuka kemungkinan verifikasi lanjutan apabila muncul data baru pada waktu mendatang.

“Kalau ke depan ada fakta baru atau hasil DNA yang cocok, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” pungkasnya. (Alvin Iskandar)

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *