Kemendikdasmen Datangi Rumah Duka Murid SD Ngada, Dorong Evaluasi Ekosistem Pendidikan

Desanesia – Peristiwa wafatnya Yohanes Bastian Roja (10), murid kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan kembali urgensi perlindungan anak, penguatan ketahanan keluarga, serta pendidikan nilai sebagai pilar utama pembangunan pendidikan nasional.
Penekanan tersebut ditunjukkan melalui kunjungan langsung kementerian ke rumah duka keluarga almarhum, yang sekaligus menjadi bentuk kehadiran negara dalam pendampingan psikososial serta refleksi menyeluruh terhadap ekosistem pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyampaikan duka mendalam atas kepergian Yohanes. Ia menilai kejadian tersebut perlu dijadikan evaluasi bersama agar sistem perlindungan anak terus diperkuat supaya peristiwa serupa tidak terulang.
“Secara pribadi dan atas nama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Yohanes Bastian Roja,” ujar Mu’ti dalam keterangan tertulis dikutip Jumat, 6 Februari 2026.
Bagi Mu’ti, Meninggalnya Yohanes merupakan catatan dan pelajaran bagi semua pihak akan pentingnya perhatian, penanaman nilai-nilai agama, dan ketahanan keluarga bagi anak-anak oleh orangtua, masyarakat, guru, tokoh agama, dan penyelenggara pendidikan, termasuk Kemendikdasmen.
Kunjungan tersebut dilaksanakan perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di wilayah NTT, yang terdiri dari Kepala Subbagian Umum Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT Damita Limbu, perwakilan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTT Risyono, serta disaksikan unsur Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, NTT.
Selain menyampaikan empati, tim kementerian juga menyerahkan santunan sebagai bentuk dukungan konkret untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Bantuan diterima langsung Maria Goreti Te’a selaku ibunda almarhum, Wihelmina Nenu sebagai nenek, serta Dominikus Nou yang merupakan paman Yohanes.
Dominikus Nou, yang mewakili keluarga, mengungkapkan apresiasi atas perhatian cepat dari pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen di tengah suasana duka.
“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kemendikdasmen atas bantuan yang diberikan. Kiranya ini dapat membantu keluarga untuk proses adat terkait kematian almarhum dan kebutuhan lainnya. Keluarga tidak bisa membalas dengan apa-apa, selain doa agar Tuhan membalas budi baik kementerian,” ungkap Dominikus.








