Dukungan Akses Modal Kunci Perkuat Keberlanjutan Desa Wisata

Desanesia – Akses permodalan yang melibatkan seluruh tingkatan pemerintahan dinilai penting dalam upaya memperkuat ketahanan ekonomi desa wisata. Dukungan tersebut krusial agar desa wisata tidak hanya bertahan sebagai tujuan wisata, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendorong pemerintah pusat hingga daerah berperan aktif memfasilitasi pembiayaan bagi para pelaku desa wisata, sebagai bagian dari strategi meningkatkan keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan warga.
“Kita berharap nanti pemerintah tingkat kabupaten/kota, provinsi dan juga pusat ikut berpartisipasi memberikan apa yang mereka bisa berikan, seperti modal dasar mereka dan modal kelanjutan mereka untuk mengembangkan pariwisata,” kata Ketua Tim Panja Standardisasi Desa Wisata Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia menjelaskan, dukungan permodalan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memperkuat fondasi desa wisata, sehingga sektor pariwisata nasional tidak hanya berorientasi pada destinasi, melainkan juga berkontribusi langsung terhadap perekonomian masyarakat.
“Jadi tidak besar-besar, sedikit saja tapi bisa signifikan untuk jadi modal dasar mereka untuk mengembangkan wisata desa itu,” jelasnya.
Saleh menilai, hingga kini masih banyak kawasan ekowisata yang mengalami perlambatan pengembangan akibat keterbatasan kemandirian pelaku desa wisata dalam mengelola usaha pariwisata secara berkelanjutan.
Ia menambahkan, sebagian desa atau kampung wisata baru mampu bertahan pada tahap pengembangan. Meski demikian, tidak sedikit di antaranya telah mencatatkan capaian positif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.
Kendati demikian, Komisi VII DPR RI tetap mendorong pemerintah agar memberikan dukungan nyata terhadap akses permodalan desa wisata guna mewujudkan visi bersama dalam penguatan sektor pariwisata Indonesia.
“Karena setiap desa dan kampung wisata itu kegiatannya beda-beda, jadi ada yang berhasil, ada yang sudah mandiri dan seterusnya. Jadi mereka masih berkembang dan tentu masih membutuhkan bantuan dari sana sini,” ujar Saleh.








