Daerah

Asah Kompetensi di Era Digital, 30 Wartawan Riau Ikuti UKW JMSI

Pembukaan Uji Kompetensi Wartawan JMSI di Riau/Ist
Pembukaan Uji Kompetensi Wartawan JMSI di Riau/Ist

Desanesia –  Sebanyak 30 wartawan di Riau mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Riau di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau (UIR), (6–7/11).

UKW tersebut terdiri atas tiga kelas jenjang muda serta masing-masing satu kelas untuk jenjang madya dan utama. Para peserta mengikuti rangkaian mata uji yang menilai kemampuan dan kompetensi mereka dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.

Wakil Ketua JMSI Riau Bidang Jurnalisme Berkualitas, Tun Akhyar, mengatakan pelaksanaan UKW menjadi bagian dari upaya JMSI mendorong peningkatan kualitas wartawan sekaligus memperkuat profesionalisme perusahaan pers yang menjadi anggotanya.

Sementara itu, Sekretaris Bidang Jurnalisme Berkualitas JMSI, Satria Utama, mengatakan UKW memiliki arti penting untuk memastikan wartawan memahami dan mampu menjalankan tugas jurnalistik sesuai standar kompetensi yang ditetapkan.

“UKW bukan sekadar menguji kemampuan wartawan, tetapi juga menjadi instrumen untuk memastikan kerja jurnalistik dilakukan secara profesional, beretika, dan bertanggung jawab kepada publik,” ujarnya.

Menurut Satria, peningkatan kompetensi wartawan menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan media digital yang berlangsung sangat cepat. Wartawan dituntut mampu menghasilkan informasi yang akurat, berimbang, terverifikasi, sekaligus tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Astra, FIKOM UIR dan sejumlah mitra perusahaan lainnya yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan UKW tersebut. Dukungan itu membuat peserta dapat mengikuti UKW dengan biaya yang lebih terjangkau.

“Pers yang sehat dan profesional hanya dapat terwujud dengan sinergi dan kolaborasi yang baik dengan seluruh stakeholder,” katanya.

Ketua Tim Lembaga Uji Pikiran Rakyat, Refa Riana, meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian UKW dengan disiplin dan fokus. Ia mengingatkan peserta tidak perlu merasa gugup menghadapi setiap mata uji.

“Tak perlu takut atau gugup, karena yang diujikan sepenuhnya merupakan aktivitas dan pekerjaan sehari-hari sebagai seorang wartawan, redaktur maupun pemimpin redaksi,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, JMSI Riau dan Fakultas Ilmu Komunikasi UIR juga menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) di bidang pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dekan FIKOM UIR, Dr. Eko Hero, M.I.Kom, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi perusahaan pers dapat membuka ruang lebih luas bagi pengembangan kompetensi mahasiswa maupun insan pers.

Ia berharap kerja sama tersebut memberikan manfaat bagi kedua pihak, terutama dalam pengembangan pendidikan, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan hubungan antara dunia akademik dan industri media.

Pelaksanaan UKW dan penandatanganan MoA tersebut menjadi bagian dari upaya JMSI Riau memperkuat profesionalisme insan pers sekaligus membangun kolaborasi yang lebih erat dengan perguruan tinggi dan dunia usaha[yud]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *