Sukses Tekan Stunting, Sembilan Desa Raih Penghargaan Khusus dari Kemendes PDT

Desanesia – Apresiasi tinggi diberikan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) kepada sembilan Desa Berkinerja Baik (DBB) Tahun 2026 atas kontribusi nyata mereka dalam konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting (P3S).
Penyerahan penghargaan dilakukan secara langsung oleh Menteri Desa (Mendes) PDT Yandri Susanto dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa, yang disiarkan secara daring dari Jakarta, Kamis (29/10).
“Hari ini, kita melakukan semacam penghargaan atau apresiasi kepada desa-desa yang punya komitmen tinggi dan itu bisa dijadikan contoh untuk dalam hal konvergensi dan percepatan penurunan angka stunting,” ungkap Mendes Yandri.
Sembilan desa yang berhasil meraih penghargaan tersebut adalah Desa Tirtohargo (Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta), Desa Kesambi (Kabupaten Kudus, Jawa Tengah), Desa Sodong (Kabupaten Tangerang, Banten), Desa Kahala (Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur), Desa Sakra Selatan (Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat), Desa Barimbun (Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan), Desa Baobolak (Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur), Desa Melin Megikar (Kabupaten Merauke, Papua Selatan), Desa Malamoja (Sorong, Papua Barat Daya).
Dalam kesempatan tersebut, Mendes Yandri memaparkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada sinergi antar kementerian dan lembaga dalam menekan angka stunting di tanah air.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kemendes PDT secara resmi mengizinkan pemanfaatan dana desa untuk pemenuhan gizi ibu hamil maupun bayi yang baru lahir sebagai langkah preventif. Regulasi ini telah dipayungi secara hukum melalui Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 16 Tahun 2025.
Langkah ini juga diperkuat dengan peluncuran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirancang untuk memperbaiki pemenuhan gizi sekaligus menekan angka stunting. Yandri menilai, program MBG tidak sekadar menyajikan hidangan siap santap, tetapi juga memiliki fungsi strategis dalam memutar roda perekonomian di tingkat desa.
“Karena stunting salah satu persoalan dasarnya adalah kemiskinan, ketiadaan, nah maka untuk mengurai kemiskinan itu ya dengan Astacita Keenam, mesti kita kawal secara bersama-sama, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” pungkas Mendes Yandri.[yud]









