Sudah Beroperasi 1.378 Unit, Dapur Makan Bergizi Gratis di Sumut Sasar 3,1 Juta Jiwa

Desanesia – Sebanyak 1.378 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan telah aktif beroperasi di wilayah Sumatera Utara. Mengingat total penerima manfaat yang menembus angka 3,1 juta jiwa, aspek pengawasan ketat terhadap higienitas dapur serta keamanan pangan kini menjadi prioritas utama demi mengeliminasi risiko kesehatan publik.
Guna memastikan standar tersebut terpenuhi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bersinergi dengan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan untuk melakukan inspeksi mendadak dan pemeriksaan langsung ke lokasi SPPG.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Timur Tumanggor, mengonfirmasi bahwa peninjauan lapangan bakal difokuskan pada kepatuhan pengelola dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP), khususnya yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan dapur dan akurasi kandungan gizi.
“Ke depan kita perkuat kolaborasi. Kita buat action turun langsung ke dapur SPPG. Memastikan kepatuhan total terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) higienitas, pemenuhan gizi yang tepat dan demi menjaga keselamatan masyarakat dan anak-anak,” ungkap Timur saat menerima audiensi Kepala KPPG Medan Donal Simanjuntak di Kantor Gubernur Sumut, Kamis, (29/10).
Di samping memprioritaskan keamanan makanan, rantai pasok logistik juga menjadi sorotan. Timur mengimbau agar pemenuhan bahan baku pangan di setiap dapur MBG mengutamakan keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta petani atau produsen yang berada di radius terdekat SPPG.
Ia menilai, skema implementasi program ini harus berjalan beriringan antara peningkatan kualitas gizi masyarakat dengan stimulus perputaran ekonomi di tingkat akar rumput.
“Program MBG dirancang agar pertumbuhan ekonomi dimulai dari kawasan sekitar, multi-multiplier effect lokal,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala KPPG Medan Donal Simanjuntak memaparkan data bahwa dari target keseluruhan sebanyak 1.762 unit, saat ini telah berdiri 1.378 unit SPPG aktif di Sumut. Sementara untuk cakupan sasarannya telah terealisasi sekitar 3,1 juta warga dari total target 4.254.963 penerima manfaat.
Adapun di tingkat nasional, akumulasi dapur MBG yang sudah berjalan tercatat menyentuh 27.485 unit dari total target pagu sebanyak 32.000 unit.
Lebih lanjut, Donal menjelaskan bahwa penyerapan tenaga kerja dari berjalannya program MBG di Sumatera Utara telah membuka lapangan pekerjaan bagi kurang lebih 61.000 orang. Para pekerja tersebut mayoritas direkrut dari masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4, atau kelompok masyarakat dengan tingkat pendapatan ekonomi terbawah.
“Jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 61.000 di Sumut. Mereka umumnya berada di desil 1 sampai 4. Kita berharap dengan serapan tenaga kerja ini akan mengubah desil mereka,” tutur Donal.
Dalam upaya memperluas jaringan kemitraan lokal, KPPG Medan juga telah menjembatani forum koordinasi antara para pemasok komoditas pangan dengan jajaran pengelola SPPG di beberapa wilayah interkoneksi, meliputi Medan, Deli Serdang, Karo, Sibolga, Tapanuli Tengah, Pematangsiantar, serta Simalungun.
Masifnya sebaran infrastruktur dapur serta jumlah penerima manfaat menempatkan supervisi berkala sebagai instrumen krusial dalam keberhasilan MBG. Langkah ini tidak sekadar untuk menjamin kualitas asupan yang aman dan bernilai gizi tinggi, melainkan juga menjaga tata kelola distribusi logistik agar dampak positif ekonominya secara nyata mengalir ke masyarakat lokal.[yud]









