Jasa Raharja Siapkan Strategi Terpadu untuk Jaga Keselamatan Angkutan Nataru 2026/2027

Desanesia– PT Jasa Raharja (Persero) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi periode angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) melalui sejumlah langkah strategis untuk menekan risiko kecelakaan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru perlu diantisipasi melalui perencanaan yang matang serta koordinasi lintas instansi. Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan dengan Forum Wartawan Perhubungan di Jakarta, Selasa (27/10).
“Dalam menghadapi Nataru, Jasa Raharja tidak hanya berfokus pada kesiapan pelayanan santunan, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan kecelakaan. Kami ingin memastikan seluruh kapasitas perusahaan dapat memberikan kontribusi optimal melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” ujar Awaluddin.
Untuk mendukung upaya tersebut, Jasa Raharja menetapkan tiga fokus utama, yakni Prevent Accidents, Accelerate Protection, dan Integrate Safety Actions. Ketiga strategi ini diarahkan untuk memperkuat pencegahan kecelakaan, mempercepat pelayanan korban, serta mengintegrasikan langkah keselamatan bersama instansi terkait.
Pada aspek Prevent Accidents, Jasa Raharja memprioritaskan pencegahan berbasis risiko melalui survei jalur dan penanganan titik rawan kecelakaan atau blackspot. Kegiatan ini dilakukan bersama Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, dan dinas perhubungan.
Perusahaan juga mendukung pemeriksaan kelaikan kendaraan angkutan umum atau ramp check, edukasi keselamatan bagi pengemudi dan pengendara sepeda motor, serta optimalisasi Pos Pelayanan Terpadu di titik rawan kecelakaan dan jalur wisata. Penentuan lokasi prioritas mengacu pada data 7.229 titik kecelakaan.
Selanjutnya, melalui strategi Accelerate Protection, Jasa Raharja memperkuat kesiapan pelayanan bagi korban kecelakaan. Langkah yang disiapkan meliputi integrasi data IRSMS Polri, DASI Jasa Raharja, dan rumah sakit melalui JR Care, serta aktivasi Tim Jasa Raharja Reaksi Cepat dan kesiapsiagaan personel di seluruh Indonesia.
Sementara itu, strategi Integrate Safety Actions dilakukan melalui penguatan koordinasi dan pemantauan keselamatan secara nasional. Jasa Raharja menyiapkan aktivasi Command Center yang terhubung dengan posko Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, serta jaringan kantor wilayah.
Integrasi tersebut diharapkan mendukung pemantauan harian terhadap kejadian kecelakaan, tingkat fatalitas, titik rawan, dan kesiapan pelayanan. Jasa Raharja juga mendorong pemanfaatan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk mempercepat tindak lanjut atas berbagai persoalan keselamatan transportasi.
Awaluddin menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan angkutan Nataru membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Jasa Raharja berkomitmen memberikan dukungan sesuai mandat dan kapasitasnya dengan tetap menghormati fungsi serta kewenangan masing-masing institusi.
“Melalui kesiapsiagaan yang terintegrasi, kami berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 yang aman, lancar, dan berkeselamatan,” ungkapnya. [nfa]









