Nasional

Menkop Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi Lewat Koperasi

Menteri Koperasi Ferry Juliantono pada milad BKPRMI ke-49/Net
Menteri Koperasi Ferry Juliantono pada milad BKPRMI ke-49/Net

Desanesia – Upaya memperkokoh posisi koperasi sebagai salah satu penopang utama ekonomi nasional terus digelorakan oleh pemerintah. Kali ini, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono secara spesifik mendorong percepatan pembentukan koperasi berbasis masjid, dengan mempercayakan tata kelolanya kepada organisasi kepemudaan seperti Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).

Ferry menekankan bahwa fungsi masjid di era modern harus diperluas. Tempat suci tersebut tidak boleh sekadar menjadi ruang ibadah ritual, melainkan wajib bertransformasi menjadi pusat pergerakan dan pengembangan ekonomi bagi masyarakat luas.

“Harapan saya, koperasi- koperasi masjid yang didirikan ini manajer-manajernya adalah teman-teman dari BKPRMI,” ungkap Menkop di tengah agenda Puncak Resepsi Milad ke-49 BKPRMI yang berlangsung di Jakarta, Minggu (25/10).

Acara tersebut juga dihadiri oleh sederet pejabat negara dan pimpinan daerah, antara lain Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, Bupati Manokwari Hernus Indou, serta Ketua Umum BKPRMI Said Aldi Al Idrus.

Gagasan ini, menurut Menkop, bercermin dari kisah sukses beberapa pondok pesantren di tanah air yang telah membuktikan kemandirian finansial mereka. Lembaga-lembaga tersebut berhasil membangun unit usaha koperasi yang mapan hingga memiliki aset menembus angka triliunan rupiah. Contoh nyatanya meliputi Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan, Sunan Drajat di Lamongan, serta Nurul Jadid di Probolinggo.

Ke depan, skema keanggotaan dan kepengurusan koperasi ini dapat mengintegrasikan unsur internal seperti jajaran Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), kelompok majelis taklim, hingga warga sekitar lingkungan masjid yang dinilai berhak menerima manfaatnya.

Guna mematangkan ekosistem ini, Kementerian Koperasi siap menggandeng Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) beserta kalangan perbankan untuk membuka akses pembiayaan selebar-lebarnya. Langkah strategis ini ditempuh untuk memfasilitasi para kader remaja masjid yang memiliki minat di dunia wirausaha agar dapat tumbuh menjadi pelaku usaha baru yang tangguh.

“Sekarang persatuan kita sangat dibutuhkan, dan persatuannya sudah punya jalan yang lebih terarah untuk memastikan kita berhasil di masa mendatang melalui pilar dakwah ekonomi dan koperasi,” pungkas Menkop.[yud]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *