Pemprov Banten Tetap Dampingi Keluarga Delapan Korban KM Arupadhatu I

Desanesia–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan pendampingan terhadap keluarga delapan orang yang hilang bersama kapal cepat KM Arupadhatu I tetap berlanjut meski operasi pencarian dan pertolongan (SAR) telah resmi dihentikan, dikutip dari Faktapers.id, Kamis (17/9).
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pemerintah daerah akan terus menjaga komunikasi dengan keluarga korban dan menyampaikan setiap informasi terbaru terkait perkembangan penanganan insiden tersebut.
“Kami akan terus membuka komunikasi untuk berkoordinasi dan menyampaikan setiap perkembangan dari berbagai pihak agar keluarga tidak kehilangan akses informasi,” ujar Andra Soni di Carita, Kabupaten Pandeglang.
Menurut Andra, dukungan kepada keluarga menjadi bagian penting dalam penanganan setelah operasi SAR berakhir. Terlebih, keberadaan delapan orang yang berada di dalam kapal tersebut hingga kini belum diketahui.
Dari delapan korban, enam orang di antaranya diketahui merupakan warga Banten berdasarkan identitas kependudukan. Andra menyebut keluarga membutuhkan dukungan sekaligus kepastian informasi di tengah situasi yang belum memberikan titik terang mengenai keberadaan para korban.
“Kita semua masih memelihara harapan bahwa kawan-kawan dan saudara-saudara kita ini masih bisa ditemukan,” katanya.
Sebelumnya, operasi SAR gabungan terhadap KM Arupadhatu I dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari. Penghentian dilakukan setelah tim gabungan melakukan evaluasi dan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.
Meski operasi resmi dihentikan, pencarian masih dapat kembali dilakukan apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk baru atau informasi yang telah terkonfirmasi.
Pemprov Banten sebelumnya juga melakukan pemantauan terhadap kondisi keluarga korban yang berada di Posko SAR Carita serta memastikan kebutuhan mereka selama proses pencarian terpenuhi. [nfa]









